PPKM di Ambon
Imbas PPKM di Ambon, Penumpang Kapal Cepat di Tulehu Turun 70%, Rerata Cuma 20 Orang
Menurutnya, penurunan penumpang mencapai 70 persen dibandikan sebelum pemberlakuan PPKM.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Jumlah penumpang Kapal Cepat di Pelabuhan Tulehu-Maluku Tengah turun drastis pasca pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Kota Ambon.
"Ambon yang PPKM tapi imbasnya terasa sampai ke kami di Pelabuhan Tulehu, Maluku Tengah," ujar Kepala Kantor UPP Kelas II Tulehu, William Parihala kepada TribunAmbon.com melalui sambungan telepon, Sabtu (17/7/2021) siang.
Menurutnya, penurunan penumpang mencapai 70 persen dibandikan sebelum pemberlakuan PPKM.
"Sepi sekali sudah lebih dari sepekan ini, penumpang hanya 20 bahkan paling banyak cuma 40 orang saja, sementara daya tampung kapal selama pandemi kita buat setengah dari kapasitas sesungguhnya, yakni 150 orang saja," kata dia.
Diketahui selama masa pandemi, pelabuhan Tulehu membatasi kapasitas penumpang Kapal Cepat, dari 300 penumpang dipangkas menjadi 150 penumpang saja.
Sementara itu, Kapal Cepat di Pelabuhan Tulehu, Maluku Tengah hanya beroperasi satu kali dalam sehari selama masa PPKM di Ambon.
Baca juga: Masih Satu Bulan Lagi, Pedagang Pernak-Pernik Merah Putih Sudah Marak di Masohi-Maluku Tengah
Baca juga: Ini Syarat Penumpang Kapal Cepat di Pelabuhan Tulehu-Maluku Tengah Selama PPKM
Rutenya pun hanya menuju pelabuhan Amahai di Masohi, Maluku Tengah saja.
Biasanya, kapal cepat rute Tulehu - Amahai beroperasi 2 kali dalam sehari, yakni jadwal pelayaran pagi dan sore.
Pihak Pelabuhan pun memberlakukan syarat perjalanan baru bagi calon penumpang baik TNI/POLRI dan PNS/ASN maupun masyarakat sipil yang tertera pada pemberitaan sebelumnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/kapal_cepat_.jpg)