Breaking News:

Demo Tolak PPKM di Ambon

Tolak PPKM Mikro, Puluhan REMAS Kampus IAIN Demo di Balai Kota Ambon

Puluhan Remaja Masjid (Remas) Imam Rijali Kampus IAIN Ambon melakukan aksi demo di depan Balai Kota Ambon, Kamis (15/7/2021) siang.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Tanita
AMBON: Puluhan Remaja Masjid Imam Rijali Kampus IAIN Ambon melakukan aksi demo di depan Balai Kota Ambon, Kamis (15/7/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Puluhan Remaja Masjid (Remas) Imam Rijali Kampus IAIN Ambon melakukan aksi demo di depan Balai Kota Ambon, Kamis (15/7/2021) siang.

Aksi dilakukan menolak pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Ambon yang tengah berlangsung sejak, Kamis (8/7/2021) lalu.

"Menindakklanjuti intruksi Wali Kota dalam bentuk PPKM, maka kami menyatakan sikap menolak PPKM di Ambon, Maluku," Koordinator Aksi, Jihad Touisuta

Pantauan TribunAmbon.com di lapangan, aksi itu dimulai dengan melakukan longmarch dari Negeri (Desa) Batu Merah, Kecamatan Sirimau sekitar pukul 10.00 WIT.

Kemudian massa tiba di kantor Balai Kota Ambon sekitar pukul 11.55 dan mulai menyampaikan tuntutan mereka di depan gedung tersebut.

AMBON: Remaja Masjid Imam Rijali Kampus IAIN Ambon melakukan aksi demo di depan Balai Kota Ambon, Kamis (15/7/2021) siang..
AMBON: Remaja Masjid Imam Rijali Kampus IAIN Ambon melakukan aksi demo di depan Balai Kota Ambon, Kamis (15/7/2021) siang.. (TribunAmbon.com/Tanita)

Massa juga memegang spanduk berbagai ukuran berisikan tuntutan mereka.

Massa datang dengan membawa spanduk berisikan tuntutan mereka.

Toisuta mengatakan, selaian pelaksanaan PPKM, massa juga menolak pemanfaatan kartu vaksin bagi masyarakat umum sebagai syarat administrasi di berbagai pelayanan publik.

"Menolak pemberlakuan kartu vaksin sebagai syarat administrasi dalam pelayanan publik," kata Touisuta di Balai Kota Ambon saat unjuk rasa.

Dia menilai, vaksinasi jangan dijadikan sebagai syarat wajib bagi masyarakat, terutama dalam melakukan pengurusan atau keperluan di berbagai instansi pemerintahan.

Aksi dikawal Satpol PP dan aparat Kepolisian, namun tak berlangsung lama.

Bahkan, sebelum menyampaikan tuntutan, massa dipaksa bubar oleh aparat keamanan gabungan. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved