OTT Menteri KKP
Edhy Prabowo Bacakan Pledoi, Cerita tentang Perjalanan Hidupnya hingga Bertemu Prabowo Subianto
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo membacakan nota pembelaan atau pleidoi pada Jumat (9/7/2021) malam, di Pengadilan Tipikor.
Mimpi seketika sirna, air mata haru seketika berubah menjadi duka.
Edhy harus dikembalikan ke kampung halaman.
Harapan menjadi komandan berubah menjadi pengangguran.
Saat itu, ia berada di titik kehidupan paling rendah.
Namun, Edhy tak mau menyerah.
"Saya harus membalas kegagalan ini dengan keberhasilan. Hingga akhirnya saya memutuskan merantau ke Jakarta untuk mencari kerja. Kerja apa saja, yang penting halal dan bisa menabung untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tertunda. Hingga akhirnya, saya dipertemukan dengan figur yang luar biasa," kata dia.
Sosok yang dimaksud Edhy ialah Prabowo Subianto.
Baca juga: Edhy Prabowo Didakwa Terima Suap Rp 25,7 Miliar Terkait Izin Ekspor Benur
Edhy menyebut ketua umum Partai Gerindra itu berhasil memompa kembali semangatnya.
Prabowo mengajarkan Edhy banyak hal dalam kehidupan.
Prabowo, katanya, seketika menggantikan peran ayah setelah ayah kandung Edhy pergi menghadap Sang Pencipta.
"Sosok itu adalah Bapak Prabowo Subianto. Bila beberapa waktu lalu sempat ada berita bahwa 'Edhy adalah orang yang diambil Prabowo dari comberan', maka saya katakan bahwa itu benar," ujarnya.
"Beliaulah yang menyelamatkan saya di saat kondisi sedang terpuruk dan di saat harga diri sedang terdegradasi. Beliaulah yang mendidik saya. Saya bersyukur kepada Tuhan telah mempertemukan saya dengan seseorang yang sangat luar biasa," imbuh Edhy.
Baca juga: Sekretaris Pribadi Ungkap Edhy Prabowo Simpan Uang Tunai Rp 10 Miliar di Rumah
Melalui didikan Prabowo, Edhy mengaku bersyukur mendapat banyak kesempatan menjadi karyawan di perusahaan, pengurus di Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), mendirikan dan menjadi kader Partai Gerindra, menjadi anggota DPR 3 periode, hingga dipercaya menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.
Dalam kasusnya, Edhy didakwa bersama-sama Andreau Misanta Pribadi dan Safri (staf khusus Edhy Prabowo), Amiril Mukminin (sekretaris pribadi Edhy Prabowo), Ainul Faqih (sekretaris pribadi istri Edhy, Iis Rosita Dewi) dan Siswadhi Pranoto Loe (pemilik PT Aero Cipta Kargo).
Mereka didakwa menerima suap Rp25,75 miliar dari para pengusaha pengekspor benih benih lobster (BBL) terkait pemberian izin budidaya dan ekspor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/menteri-kelautan-dan-perikanan-edhy-prabowo.jpg)