Ambon Hari Ini
Panic Buying di Kota Ambon, Susu Beruang Paling Diburu
Namun, dia menilai fenomena panic buying yang terjadi di sejumlah outletnya tidak seperti di Pulau Jawa.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Fenomena panic buying juga terjadi di Kota Ambon menyusul meningkatnya jumlah kasus Covid-19.
Hal itu diungkapkan Manager Alfamidi Branch Ambon, Wahyu Soemantri menyikapi pandemi covid-19 yang makin mengkhawatirkan.
Menurutnya, kepanikan warga cukup terasa sejak hari ke-2 jelang pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diberlakukan hari ini, Kamis (8/7/2021).
"Ada kenaikan penjualan di outlet Kecamatan Sirimau, khususnya yang berada disekitar JMP," ujar Soemantri Kepada TribunAmbon.com, Kamis.
Dia mengatakan, fenomena itu masih terasa di hari pertama PPKM.
"Cuma terjadi beberapa hari saja, yakni 2 hari sebelum PPKM dan setelah berlaku PPKM di hari yang sama," kata dia.
Baca juga: Tangis Nikijuluw Percuma, Hakim Jatuhi 10 Tahun Penjara
Baca juga: Usai Diperiksa, Raja & Mantan Raja Negeri Tawiri-Kota Ambon Resmi Ditahan
Namun, dia menilai fenomena panic buying yang terjadi di sejumlah outletnya tidak seperti di Pulau Jawa.
"Memang ada kenaikan, tapi tidak terlalu signifikan seperti di pulau Jawa," ucapnya.
Lanjutnya, kenaikan penjualan minuman Susu Beruang dan Uc1000 hampir mencapai 50 persen.
"Secara persentase kenaikan hampir 50 persen," tandasnya.
Dihari pertama PPKM, area perbatasan Kota Ambon dijaga ketat petugas gabungan.
Warga yang hendak menuju wilayah kota harus menyertakan identitas diri, surat perjalanan dan bukti vaksinasi Covid-19. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/beli-susu.jpg)