Minggu, 10 Mei 2026

Pemprov Maluku

Gubernur Maluku Kaget Lihat Kerusakan Gunung Botak: Sangat Ekstrem Kerusakannya 

Menurut Lewerissa, kerusakan lingkungan di kawasan tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan berpotensi memicu bencana.

Tayang:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Mesya Marasabessy
Istimewa
PEMERINTAH PROVINSI MALUKU - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa saat diwawancarai rekan media terkait dengan hasil peninjauan Pemerintah Provinsi Maluku dan Satgas PKH di Gunung Botak, pada satu kemarin kemarin. 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengaku terkejut melihat langsung kondisi kawasan tambang emas Gunung Botak saat melakukan peninjauan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). 
  • Peninjauan itu dilakukan bersama Kapolda Maluku, Pangdam, Kajati Maluku, serta unsur Forkopimda lainnya sebagai bagian dari langkah penertiban kawasan tambang emas ilegal di Gunung Botak itu. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengaku terkejut melihat langsung kondisi kawasan tambang emas Gunung Botak saat melakukan peninjauan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). 

Peninjauan itu dilakukan bersama Kapolda Maluku, Pangdam, Kajati Maluku, serta unsur Forkopimda lainnya sebagai bagian dari langkah penertiban kawasan tambang emas ilegal di Gunung Botak itu. 

“Saya kaget sekali kerusakannya begitu sangat-sangat ekstrim sekali kerusakannya,” kata Hendrik Lewerissa kepada rekan media usai Kunjungan di lapangan pada Kamis (7/5/2026).

Menurut Lewerissa, kerusakan lingkungan di kawasan tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan berpotensi memicu bencana apabila tidak segera dilakukan langkah penertiban secara tegas. 

“Bayangkan kalau itu tidak ada langkah penertiban oleh pemerintah secara tegas, maka saya bisa membayangkan kalau terjadi bencana itu seperti apa,” ujarnya. 

Baca juga: Kehadiran Dirjen ESDM di Maluku, Tegaskan Penindakan Tambang Ilegal Harus Sasar Pemodal

Baca juga: Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri Pilih Tak Tempuh Jalur Hukum Meski Dihina di Facebook

Ia juga memastikan, pencemaran lingkungan telah terjadi akibat aktivitas tambang ilegal yang berlangsung selama ini. 

Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku bersama para penegak hukum berkomitmen melakukan penertiban permanen di kawasan tersebut. 

Ia mengaku bersyukur jika seluruh unsur Forkopimda memiliki visi yang sama untuk menyelesaikan persoalan tambang ilegal di Gunung Botak. 

“Oleh karena itu, bersyukur dan berterima kasih saya selaku Gubernur kepada teman-teman anggota Forkopimda yang sama-sama ada dalam satu visi yang sama dengan Gubernur untuk melakukan penertiban secara permanen di sana,” katanya. 

Hendrik menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mentolelir praktik pengelolaan sumber daya alam yang bertentangan dengan hukum di Maluku. 

“Kami pemerintah provinsi, Gubernur, tidak akan mentoleransi sumber daya alam di Maluku ini diambil, dirampok, dicuri, atau dikelola secara melawan hukum. Itu tidak saya toleransikan, tidak saya biarkan. Saya akan melakukan apa saja tindakan dan kebijakan dalam batas-batas kewenangan saya sebagai Gubernur untuk memastikan sumber daya alam kita ini dapat terjaga dengan baik, dikelola dengan penuh tanggung jawab untuk memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. Itu prinsipnya. Terima kasih,”tegasnya.  (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved