Pemprov Maluku
Gubernur Maluku Kaget Lihat Kerusakan Gunung Botak: Sangat Ekstrem Kerusakannya
Menurut Lewerissa, kerusakan lingkungan di kawasan tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan berpotensi memicu bencana.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengaku terkejut melihat langsung kondisi kawasan tambang emas Gunung Botak saat melakukan peninjauan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
- Peninjauan itu dilakukan bersama Kapolda Maluku, Pangdam, Kajati Maluku, serta unsur Forkopimda lainnya sebagai bagian dari langkah penertiban kawasan tambang emas ilegal di Gunung Botak itu.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengaku terkejut melihat langsung kondisi kawasan tambang emas Gunung Botak saat melakukan peninjauan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Peninjauan itu dilakukan bersama Kapolda Maluku, Pangdam, Kajati Maluku, serta unsur Forkopimda lainnya sebagai bagian dari langkah penertiban kawasan tambang emas ilegal di Gunung Botak itu.
“Saya kaget sekali kerusakannya begitu sangat-sangat ekstrim sekali kerusakannya,” kata Hendrik Lewerissa kepada rekan media usai Kunjungan di lapangan pada Kamis (7/5/2026).
Menurut Lewerissa, kerusakan lingkungan di kawasan tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan berpotensi memicu bencana apabila tidak segera dilakukan langkah penertiban secara tegas.
“Bayangkan kalau itu tidak ada langkah penertiban oleh pemerintah secara tegas, maka saya bisa membayangkan kalau terjadi bencana itu seperti apa,” ujarnya.
Baca juga: Kehadiran Dirjen ESDM di Maluku, Tegaskan Penindakan Tambang Ilegal Harus Sasar Pemodal
Baca juga: Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri Pilih Tak Tempuh Jalur Hukum Meski Dihina di Facebook
Ia juga memastikan, pencemaran lingkungan telah terjadi akibat aktivitas tambang ilegal yang berlangsung selama ini.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku bersama para penegak hukum berkomitmen melakukan penertiban permanen di kawasan tersebut.
Ia mengaku bersyukur jika seluruh unsur Forkopimda memiliki visi yang sama untuk menyelesaikan persoalan tambang ilegal di Gunung Botak.
“Oleh karena itu, bersyukur dan berterima kasih saya selaku Gubernur kepada teman-teman anggota Forkopimda yang sama-sama ada dalam satu visi yang sama dengan Gubernur untuk melakukan penertiban secara permanen di sana,” katanya.
Hendrik menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mentolelir praktik pengelolaan sumber daya alam yang bertentangan dengan hukum di Maluku.
“Kami pemerintah provinsi, Gubernur, tidak akan mentoleransi sumber daya alam di Maluku ini diambil, dirampok, dicuri, atau dikelola secara melawan hukum. Itu tidak saya toleransikan, tidak saya biarkan. Saya akan melakukan apa saja tindakan dan kebijakan dalam batas-batas kewenangan saya sebagai Gubernur untuk memastikan sumber daya alam kita ini dapat terjaga dengan baik, dikelola dengan penuh tanggung jawab untuk memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. Itu prinsipnya. Terima kasih,”tegasnya. (*)
| Pemprov Maluku Salurkan 125 Hewan Kurban Jelang Idul Adha 1447 H |
|
|---|
| Kobarkan Semangat Pattimura ke-209, Gubernur Maluku Ajak Generasi Muda Jangan Takut dan Malas |
|
|---|
| Abrasi Kian Mengkhawatirkan di Maluku, Gubernur Minta Intervensi Pempus |
|
|---|
| Pekan Imunisasi Dunia 2026, Pemprov Maluku: Pentingnya Investasi Kesehatan Jangka Panjang |
|
|---|
| Gubernur Maluku Soroti 24 WNA di Gunung Botak : Sangat Miris, Menunjukan Lemahnya Pengawasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Hendrik-baru-gub.jpg)