Breaking News:

Gempa Guncang Malteng

98 Bangunan Rusak Dampak Gempa Maluku Tengah Segera Direlokasi

Dijelaskan, berdasarkan data rekapan hasil validasi tim penanggulangan kedaruratan di lapangan, tercatat sebanyak 98 unit bangunan termasuk fasilitas

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
BPBD Malteng
Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua berkunjung ke Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah, Kamis (17/6/2021) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukadar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah, Abdul Latif Key memastikan pemerintah bakal merelokasikan puluhan rumah dan bangunan rusak akibat gempa 6.1 Magnitudo yang mengguncang Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah, Rabu (16/6/2021).

"Yang akan direlokasi itu sebanyak 98 unit bangunan,"kata Latif kepada TribunAmbon.com di Masohi. Kamis (8/7/2021).

Dijelaskan, berdasarkan data rekapan hasil validasi tim penanggulangan kedaruratan di lapangan, tercatat sebanyak 98 unit bangunan termasuk fasilitas umum seperti Masjid, Balai Pertemuan hingga Gereja, Pustu dan Rumah Pintar.

"Mesjid Mahu dan Pustu. Gereja Saunulu dan Balai Desa serta Rumah Pintar Saunulu,"jelasnya.

Puluhan rumah rusak itu berada di dua berbeda, yakni di Dusun Mahu Negeri Tehoru, dan Negeri Saunulu, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah.

Latif menjelaskan, saat ini pihaknya belum memastikan kapan akan dilakukan relokasi ataupun perbaikan kerusakan rumah. Pasalnya hingga kini pihaknya masih menunggu konfirmaai kedatanagan tim geologi dari Jakarta untuk mengkaji tingkat kerusakan dan bahaya keretakan pada permukaan tanah yang terjadi lokasi gempa.

"Cuma terkait dengan kerusakan itu, ada langkah-langkah tersendiri dengan pemerintah pusat dalam hal ini Badan Geologi Nasional," terangnya.

Baca juga: 50 Persen Pegawai Kantor Gubernur Maluku Bekerja dari Rumah

Baca juga: Hari Pertama PPKM Mikro, Maluku City Mall Sepi Pengunjung

Sambil menunggu tim geologi, pihaknya hingga saat ini masih menambah masa tanggap darurat selama 14 hari, pasalnya sampai saat ini masih terus terjadi gempa-gempa kecil yang masih terus terasa di daerah itu.

"Karena itu kita tambah lagi 14 hari dan setelah itu nanti akan dievaluasi lagi sampai pada pengalihan status menjadi pemulihan pembangunan," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved