Breaking News:

Ambon Terkini

Sadar Pentingnya Kualitas BBM, Warga Kota Ambon Semakin Minati Pertalite & Pertamax

Tercatat, dalam dua bulan terakhir konsumsi Pertalite dan Pertamax di Kota Ambon berada pada proporsi 82%.

Penulis: Salama Picalouhata | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Adjeng
MALUKU - Salah satu unit layanan Pertashop di kawasan Pantai Natsepa, Suli, Salahutu, Maluku Tengah, Rabu (10/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Salama Picalouhata

TRIBUNAMBON.COM - Program Langit Biru (PLB) Pertamina dinilai berhasil mengedukasi masyarakat untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan.

Hal itu terlihat dari banyak pengguna bbm jenis Premium yang beralih ke Pertalite dan Pertamax.

Tercatat, dalam dua bulan terakhir konsumsi Pertalite dan Pertamax di Kota Ambon berada pada proporsi 82%.

Sedangkan, proporsi konsumsi Premium di Kota Ambon mengalami penurunan hingga 18 %.

Demikian disampaikan Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Papua Maluku, Edi Mangun.

Edi menambahkan, konsumsi BBM Ramah Lingkungan tertinggi saat ini yang dikonsumsi oleh masyarakat Ambon adalah BBM Jenis Pertalite RON 90.

Lanjutnya, angka proporsi konsumsi Pertalite mencapai 63%.

“Respon masyarakat sangat luar biasa, penggunaan bbm ramah lngkungan di kota Ambon terus meningkat,” kata Edi Mangun dalam pers rilisnya, Selasa (6/7/2021).

Edi menjelkaskan, nilai oktan yang dimiliki bahan bakar berbeda-beda dan nilai paling rendah dimiliki oleh Premium 88.

Disusul oleh Pertalite dengan nilai oktan 90, Pertamax dengan nilai oktan 92 dan paling tinggi Pertamax Turbo dengan nilai oktan 98.

Lanjutnya, semakin tinggi nilai oktan maka kinerja mesin akan lebih baik, yakni menghasilkan emisi yang lebih banyak dibandingkan bensin oktan tinggi.

“Kami menghimbau agar masyarakat peduli terhadap kendaraan yang dimiliki dengan mengenali apa yang harus digunakan terutama terkait dengan batas minimum RON yang direkomendasikan oleh pabrik. Rekomendasi BBM yang digunakan sesuai kompresi untuk motor biasanya tertulis pada tanki bensin, sedangkan untuk mobil biasanya tertulis pada kaca belakang. Rata-rata kendaraan keluaran 2003 ke atas sudah memiliki kompresi mesin dengan standard BBM minimal oktan 90,” tuturnya.

Penggunaan BBM dengan oktan lebih tinggi disebutkan sangat penting untuk menciptakan udara yang lebih sehat dan bersih.

Meski manfaatnya tidak bisa dirasakan secara instan, namun dalam jangka panjang, akan menjadi investasi bagi lingkungan dan juga kesehatan masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved