Sabtu, 16 Mei 2026

Global

Taliban Ancam Pasukan Asing yang Tak Hengkang dari Afghanistan Sesuai Kesepakatan

Ancaman itu terlontar di tengah kabar AS masih akan menempatkan 1.000 tentara untuk menjaga misi diplomatik dan Bandara Kabul.

Tayang:
Editor: Adjeng Hatalea
(AFP PHOTO)
Pasukan Taliban. 

KABUL, TRIBUNAMBON.COM - Taliban memberikan ancaman kepada pasukan asing yang tetap bertahan di Afghanistan dan melanggar kesepakatan.

Ancaman itu terlontar di tengah kabar AS masih akan menempatkan 1.000 tentara untuk menjaga misi diplomatik dan Bandara Kabul.

Kelompok pemberontak itu menyerukan, semua pasukan negara lain harus angkat kaki sesuai dengan kesepakatan.

Jika tidak seperti dilansir BBC Minggu (4/7/2021), pasukan asing itu akan dianggap sebagai penjajah.

Kekerasan di Afghanistan dilaporkan meningkat, setelah Taliban melancarkan serangan yang mampu merebut puluhan distrik dalam dua bulan.

Baca juga: Aturan Baru: Keluar Masuk Kota Ambon Wajib Punya Sertifikat Vaksin dan Hasil Swab Tes

Banyak pihak mengkhawatirkan masa depan ibu kota Kabul, di tengah persiapan militer pemerintah mempertahankannya tanpa dukungan Barat.

Juru bicara pemberontak Suhail Shaheen menyatakan, merebut pangkalan militer bukanlah prioritas mereka. Meski begitu, dia menegaskan tidak boleh ada tentara asing yang masih bertahan di ibu kota pasca-kesepakatan penarikan.

"Jika mereka masih meninggalkan tentaranya dan melanggar perjanjian Doha, maka kami akan menyerahkannya ke pimpinan," kata Shaheen.

"Segala tindakan maupun keputusan yang bakal kami lakukan akan kami serahkan kepada para petinggi," lanjutnya dari Qatar.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Penerbangan dari Bandara Pattimura Menuju Jawa - Bali Wajib Lampirkan Surat Vaksin

Shaheen berjanji, staf diplomatik, warga asing, maupun organissi nirlaba tidak akan disakiti selama mereka tak menggunakan jasa militer asing.

Dia menekankan bahwa target mereka adalah pasukan asing, bukanlah pekerja kemanusiaan hingga staf kedutaan.

"Keberadaan kedutaan maupun organissi non-pemerintah (NGO) dibutuhkan rakyat kami. Jadi kami takkan mengancam mereka," janjinya. Shaheen menuturkan, keputusan AS dan sekutunya di NATO yang hengkang dari Pangkalan Bagram adalah momen bersejarah.

Sesuai perjanjian dengan Taliban, AS dan sekutunya akan menarik semua pasukannya paling lambat September.

Baca juga: Pemkot Ambon Buka 387 Formasi untuk CPNS dan PPPK 2021, Juga 3 Formasi Khusus Penyandang Disabilitas

Sebagai imbalannya, para pemberontak tidak boleh bersekutu dengan Al Qaeda maupun organissi ekstremis lainnya.

Presiden Joe Biden sudah menetapkan pemulangan itu akan terjadi sebelum 20 tahun peringatan tragedi 11 September 2001. Namun, pemulangan tersebut disebut bisa selesai beberapa hari ke depan.

Politisi Afghanistan mengeluhkan keputusan Washington itu. Razwan Murad mengatakan, keputusan AS itu tak bertanggung jawab, dan meminta Taliban menunjukkan komitmen untuk mengedepankan perdamaian.

(Kompas.com / Ardi Priyatno Utomo)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved