Breaking News:

PPKM Darurat

Bansos PPKM Darurat Dimulai Pekan Depan, Bentuknya Tunai Rp 300.000 Per Bulan

BST yang akan disalurkan adalah sebesar Rp 300.000 tiap bulannya dan akan disalurkan kepada warga di setiap awal bulan.

Editor: Adjeng Hatalea
(DOK. Humas Kemensos)
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat menghadiri sidak di Kementerian Sosial (Kemensos), Salemba, Jakarta, Selasa (18/5/2021). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyampaikan, Kementerian Sosial akan menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) seiring berlakunya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

BST yang akan disalurkan adalah sebesar Rp 300.000 tiap bulannya dan akan disalurkan kepada warga di setiap awal bulan.

Sedangkan, untuk BST bulan Mei dan Juni akan diberikan sekaligus sebesar Rp 600.000.

"Warga akan menerima Rp 600.000 sekaligus,” ujar Mensos Risma dalam keterangan tertulis, Kamis (1/7/2021).

Rencananya, BST untuk bulan Mei dan Juni paling lambat akan tersalurkan pekan depan. "BST akan disalurkan untuk bulan Mei dan Juni, setelah sebelumnya berhenti di April.

Baca juga: UPDATE 2 Juli; Lagi, 185 Dilaporkan Terpapar Covid-19 di Maluku, Ambon Masih yang Tertinggi

Kita berharap pekan ini atau paling lambat pekan depan bansos ini dapat tersalur,” ucap dia.

Risma juga meminta oara penerima manfaat BST agar tidak menggunakan bansos tersebut di luar keperluan sembako. “Tapi saya minta jangan diijonkan dan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja,” ujar dia.

Terkait target penyaluran BST akan menyasar 10 juta penerima bantuan, penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 18,8 juta, serta penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 10 juta.

Sementara itu, teknis penyaluran BST akan dilakukan melalui kantor pos dan untuk BPNT dan PKH akan disalurkan melalui jaringan Himpunan Bank-bank Negara (Himbara).

Baca juga: POGI: Vaksin Covid-19 Sinovac Aman untuk Ibu Hamil

“Jadi, mudah-mudahan paling telat bisa direalisasikan pekan kedua bulan ini dan kita usahakan agar semua bisa tersalurkan kepada warga,” ujar Risma.

Menurut Risma, upaya percepatan bantuan ini juga diimbangi dengan adanya pengawasan dan evaluasi penggunaan dana bansos. “Evaluasi penggunaan uang bansos bisa dilihat dari struk belanja penerima bansos, digunakan untuk barang kebutuhan pokok atau barang yang lain, ” tegas dia.  

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyinggung soal bantuan sosial (bansos) sebagai kebijakan pemerintah selain penetapan PPKM Darurat.

Baca juga: 2 Positif Covid, Anggota Hingga Pegawai DPRD Kota Ambon Ikut Swab PCR

PPKM Darurat diterapkan di 48 kabupaten/kota yang mencatatkan nilai asesmen 4, serta di 74 kabupaten/kota dengan nilai asesmen 3 di wilayah Jawa-Bali.

Langkah ini diputuskan secara bersama oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Gubernur Bank Indonesia Perrry Warjiyo, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

(Kompas.com / Rahel Narda Chaterine / Diamanty Meiliana)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved