Maluku Terkini
Lagi, Kadis Pertanian Buru-Maluku Didemo Menyoal Penarikan Alat Pertanian dari Petani
Dalam aksinya, mereka kembali menuntut Plt Kadis Pertanian Buru, Nur Aini Warhangan mundur dari jabatannya.
Penulis: Fajrin S Salasiwa | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia
NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah Mahasiswa dan warga Dataran Waeapo kembali melakukan aksi unjukrasa menyoal penarikan Alat Mesin Pertanian (Alsinta) dari petani.
Unjukrasa kali kedua ini juga digelar di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Buru, Rabu (30/6/2021) siang.
Dalam aksinya, mereka kembali menuntut Plt Kadis Pertanian Buru, Nur Aini Warhangan mundur dari jabatannya.
Pendemo menilai Warhangan ntaran tidak berpihak kepada petani lantaran telah menarik Alat Mesin Pertanian (Alsinta) dari petani yang tentu sangat membutuhkan ketersediaan alat produksi.
Koordinator aksi, Nasrun Buton dalam orasinya juga membantah tudingan menyebarkan informasi bohong terkait penarikan Alsinta itu.
Diantaranya, mesin giling padi dan mesin bajak sawah.
"Kami tidak menyebarkan hoax, kami menyampaikan apa adanya, sesuai keluhan masyarakat Dataran Waeapo, tentang penarikan Alsinta," kata Buton.
Tidak berapa lama melakukan aksi, Warhangan menemui pendemo.
Baca juga: Dituding Tarik Alat Mesin Pertanian, Plt Kadis Pertanian Kabupaten Buru Polisikan Mahasiswa
Baca juga: Mahasiswa Ancaman Bakar Fasilitas Kampus, Ini Tanggapan Wakil Rektor III Unpatti
Dihadapan mereka, kadis menjelaskan, mesin yang ditarik adalah hibah dari Provinsi yang berstatus pinjam pakai, sehingga dapat ditarik sewaktu-waktu.
"Mesin tersebut adalah pinjam pakai, yang sewaktu-waktu bisa ditarik kapan saja, karena tidak di-SK-kan," kata Warhangan.
Menurutnya, Alsinta itu dipindahkan di daerah yang hasil panen bagus, untuk meningkatkan produksi.
"Mesin yang sudah berusia 5 Tahun, kita tarik karena tidak mengesahkan, dan tidak diperjual belikan, apalagi hak milik Dinas Pertanian, mesin yang berjumlah 13 unit, ditempatkan di daerah yang lagi panen," ujarnya
Menutup pertemuan itu, Kadis memastikan tetap meneruskan laporan polisi terhadap para pendemo karena dinilai telah melakukan pencemaran nama baik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/demo-buru-petani.jpg)