Kamis, 23 April 2026

Global

Dunia Masih Menikmati 5G, China Sudah Siapkan Jaringan 6G untuk 2030

Lena Li, seorang mahasiswi asal China menyimpan harapan tinggi ketika mendarat di Australia untuk mempelajari teknik telekomunikasi.

Editor: Adjeng Hatalea
(ABC NEWS/SAMUEL YANG via ABC INDONESIA)
Lena Li, mahasiswa dari China di Australia baru lulus dari UNSW jurusan teknis telekomunikasi. 

SYDNEY, TRIBUNAMBON.COM - Lena Li, seorang mahasiswi asal China menyimpan harapan tinggi ketika mendarat di Australia untuk mempelajari teknik telekomunikasi.

Dalam bayangannya, Australia, sebagai negara di mana Wi-Fi pertama kali ditemukan adalah negara yang maju dalam hal teknologi. Namun, kenyataannya tidaklah seindah yang ia bayangkan.

"Waktu saya video call dengan orangtua saya di WeChat, sering muncul di layar pesan bahwa koneksi internet tidak bagus, di layar ibu saya, dikatakan internet saya buruk," ujar Lena yang berusia 25 tahun.

Baca juga: 8 Negara Ini telah Bebas Masker di Tengah Gelombang Covid-19 Varian Delta

"Dalam lingkaran pertemanan mahasiswa internasional dari China, kami sering bergurau tentang internet di Australia. Kami sering menyebutnya secepat 'kura-kura'."

Ketika Australia masih mengembangkan jaringan seluler 5G, China telah mengumumkan bahwa jaringan seluler 6G-nya akan tersedia di pasar komersil sembilan tahun lagi, menurut surat keterangan yang dirilis awal bulan ini.

Lena ingin bekerja di perusahaan telekomunikasi raksasa Huawei di Australia, namun perusahaan tersebut dilarang menjual barang 5G di Australia karena masalah keamanan nasional.

Baca juga: Pemkot Ambon Tambah Satu Rumah Sakit Khusus Pasien Covid-19

Kini, perusahaan Huawei dilaporkan akan mengirimkan dua satelit bulan depan untuk mengetes teknologi 6G yang akan diluncurkan.

Sementara itu, Amerika Serikat yang dikenal dengan kemajuan teknologinya, berusaha merebut kembali gelar tersebut dengan membuat peraturan baru dan mengerahkan uang mereka untuk keperluan penelitian demi bersaing dengan teknologi China.

Walau 6G di titik ini masih sangat teoritis, karena kemungkinan akan baru muncul 10 tahun lagi, perebutan dominasi takhta teknologi nirkabel sedang memanas.

Apa sih 6G itu? Dan apa bedanya dengan 5G?

6G berarti generasi keenam konektivitas seluler nirkabel. Standar jaringan seluler diperbaharui setiap sepuluh tahun, bermula dari 1G di tahun 1980 hingga 5G di tahun 2020.

Jadi, 6G diperkirakan akan mulai beredar di tahun 2030 dan menjanjikan jaringan internet yang lebih cepat dari jaringan sebelumnya.

Baca juga: Rusia Lancarkan Serangan Palsu ke Kapal Perang Belanda Selama Berjam-jam di Laut Hitam

Pakar komunikasi Profesor Branka Vucetic, direktur Pusat IoT (Internet of Things) dan Telekomunikasi di University of Sydney, berada di garis terdepan pengembangan dan penelitian jaringan 5G dan 6G di Australia.

Ia mengatakan, jaringan 6G akan memenuhi janji yang tidak dipenuhi jaringan 5G, dengan kemampuan yang bisa lebih diandalkan dan harga yang murah. "Rasanya akan seperti (hidup) di dunia sains fiksi."

"Jaringan 6G akan menjadi saluran utama bagi beberapa fitur baru, misalnya, integrasi otak manusia dengan komputer... robot yang menolong aktivitas manusia di rumah, dan merawat orang sakit atau lanjut usia," katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved