Breaking News:

Global

Uni Eropa Capai Kesepakatan Lingkungan, Targetkan Nol Emisi pada 2050

Uni Eropa dan beberapa negara lain, memang sudah meningkatkan janji untuk mengurangi gas rumah kaca dan mencapai netralitas karbon.

Editor: Adjeng Hatalea
(AFP/Getty)
Gedung Parlemen Uni Eropa di Strasbourg, Perancis. 

BRUSSEL, TRIBUNAMBON.COM - Dewan Uni Eropa mengadopsi undang-undang perubahan iklim pada Senin (28/6/2021).

Dilansir CNN, UU ini secara hukum mewajibkan 27 negara anggota Uni Eropa, untuk secara kolektif memangkas emisi rumah kaca sebesar 55 persen pada tahun 2030. Uni Eropa juga menargetkan kawasannya menjadi nol-emisi pada tahun 2050.

Uni Eropa dan beberapa negara lain, memang sudah meningkatkan janji untuk mengurangi gas rumah kaca dan mencapai netralitas karbon.

Kesepakatan diambil saat pertemuan puncak perubahan iklim virtual, April lalu.

Meski begitu, pertemuan yang diselenggarakan Presiden AS Joe Biden ini, selanjutnya memunculkan kekhawatiran baru.

Baca juga: Di Tengah Varian Delta Merebak, WHO Peringatkan Tetap Pakai Masker Setelah Divaksin

Para pemimpin dunia harus memenangkan dukungan parlemen mereka, untuk benar-benar menenuhu janji tersebut menjadi UU.

Karena itu hingga Senin, hanya lima negara yang benar-benar membuat janji yang mengikat secara hukum.

Menurut Climate Watch, kelima negara itu adalah Inggris Raya dan Selandia Baru, serta anggota Uni Eropa Hongaria, Luksemburg, dan Prancis. Persetujuan paket kebijakan itu disebut "segel terakhir" undang-undang iklim, yang disahkan parlemen Uni Eropa minggu lalu.

Uni Eropa memang telah bekerja menuju berjalannya UU ini sejak meluncurkan visinya di bawah Kesepakatan Hijau Eropa, 2019 lalu.

Portugal, yang saat ini menjabat sebagai presiden Uni Eropa, mengaku bangga dengan adopsi UU lingkungan ini.

Baca juga: 11 Orang Terkonfirmasi Positif Saat Rapid Antigen di DPRD Maluku, Sekwan: Mereka Langsung Tes Swab

"Saya menyambut hangat langkah terakhir dari adopsi undang-undang iklim pertama Uni Eropa yang mengabadikan tujuan netralitas iklim 2050 ke dalam undang-undang," kata Menteri Lingkungan dan Aksi Iklim Portugal João Pedro Matos Fernandes.

"Kesepakatan tentang undang-undang iklim Eropa telah menjadi prioritas bagi Kepresidenan Portugal. Saya senang bahwa kami telah berhasil membawanya ke garis finish," tambahnya.

Nol bersih adalah skenario di mana jumlah gas rumah kaca yang dipancarkan tidak lebih besar dari jumlah yang dikeluarkan atmosfer.

Sebagian besar dilakukan lewat metode yang dikenal sebagai penangkapan karbon.

Meski begitu, beberapa ilmuwan dan pemerhati lingkungan mengkritik rencana nol bersih karena terlalu mengandalkan teknologi yang "belum sepenuhnya berkembang".

(Kompas.com / Tito Hilmawan Reditya)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved