Update Corona Maluku
UPDATE Corona: Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Maluku Saat Ini Capai 511
Dilaporkan, para pasien kasus aktif ini tengah dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan dan tempat isolasi terpusat yang tersebar di Provinsi Maluku.
Penulis: Adjeng Hatalea | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea
TRIBUNAMBON.COM - Terdapat 511 kasus aktif atau pasien Covid-19 yang membutuhkan penanganan medis di Maluku saat ini.
Jumlah itu berdasarkan laporan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Maluku per 27 Juni 2021.
Diketahui angka itu bertambah 33, jika dibandingkan dengan data sebelumnya pada 26 Juni 2021, yakni 478 pasien.
Dilaporkan, para pasien kasus aktif ini tengah dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan dan tempat isolasi terpusat yang tersebar di Provinsi Maluku.
Di Kota Ambon misalnya, terdapat delapan fasilitas kesehatan dan tempat siolasi yang saat ini dipakai untuk merawat para pasien kasus aktif.
Di antaranya, RS Tk. II. Prof Dr. J.A Latumeten yang merawat 23 pasien dengan kapasitas 33 Tempat Tidur (TT).
Baca juga: UPDATE Corona di Maluku: 5 Kabupaten/Kota Sumbang 51 Kasus Baru, Total Kasus Capai 8.347
Baca juga: Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Maluku Melesat, Satgas; Masyarakat Jangan Main-main
Sementara di RSUP dr. J. Leimena yang memiliki kapasistas 30 TT, dan saat ini tengah merawat 17 pasien.
Untuk menahan laju penyebaran Covid-19 di Maluku, pemerintah terus memantau perkembangan vaksinasi Covid-19 di setiap kabupaten/kota.
Selain itu juga melakukan pengetatan pada pintu-pintu masuk terutama pada kabupaten/kota di Provinsi Maluku dengan risiko sedang/zona orange, sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 51 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Maluku per 27 Juni 2021.
Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Maluku, total kasus baru itu berasal dari 5 kabupaten/kota.
Yakni, 41 kasus dari Kota Ambon, satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Kemudian lima kasus dari Kabupaten Maluku Tengah dan tiga kasus dari Buru.
Sementara Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kepulauan Tanimbar masing-masing menyumbang satu kasus.