Relokasi Pasar Mardika
Pindah ke Pasar Apung, Pedagang di Ambon mengeluh, Sebut Lapak Seperti Kandang Kambing
Puluhan pedagang mengeluhkan kondisi lapak di Pasar Apung, Mardika, Kota Ambon yang disebut tidak layak ditempati.
Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena
TRIBUNAMBON.COM – Puluhan pedagang mengeluhkan kondisi lapak di Pasar Apung, Mardika, Kota Ambon yang disebut tidak layak ditempati.
Pasalnya, lapak di Pasar Translokasi itu tidak aman, sempit hanya seukuran 1.20x150 meter, serta belum ada listrik.
Kondisi lantai juga becek dan penuh dengan material sisa pengerjaan lapak.
“Ini lapak seperti kandang kambing,” ujar seorang anggota Ikatan Pedagang Pasar Mardika (IPPMA), Haji Pia kepada TribunAmbon.com, Senin (28/6/2021) siang.
Selain itu, lokasi Pasar Apung yang berada persis di belakang lapak pedagang sayur dan buah juga dinilai sangat kotor.
Sehingga dikhawatirkan pembeli enggan datang membeli dagangan mereka.
Pedagang yang direlokasikan dari area Gedung Putih Pasar Mardika adalah pedagang dengan jenis dagangan kering, seperti pakaian dan barang elektronik.
Haji Pia dan ratusan pedagang lainnya pun enggan untuk menggelar dagangannya karena khawatir kecurian hingga rusak karena kondisi lapak yang tidak layak.

“Bagaimana mau ditempati, ini tidak layak, dagangan kita bisa rusak,” cetusnya.
Dia mengaku, tidak menyangka dengan kondisi tersebut, pasalnya pedagang telah membayar Rp 3 Juta untuk lapak tersebut.
“Seharusnya kan gratis, tapi kami membantu pemerintah dengan membayarkan lapak tersebut. Namun kondisinya malah seperti itu,” paparnya.
Menurutnya, pemerintah seharusnya memperhatikan penuh para pedagang, bukan malah membiarkan pedagang dalam kondisi sulit.
Apalagi ratusan pedagang telah merugi karena tidak ada pemasukan sejak dua pekan lalu, dampak rencana hingga pasca pembongkaran area Gedung Putih.
“lah, kami tidak ada pemasukan mw makan apa, susah begitu,” tandasnya. (*)