Potensi Tsunami dan Dampak Gempa 6,1 SR Maluku Tengah: Puluhan Rumah Rusak, Warga Mengungsi ke Hutan
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami untuk wilayah sepanjang Pantai Japutih sampai Pantai Apiahu setelah gempa 6,1 SR.
Talud di pelabuhan Tehoru, Maluku Tengah pun jebol pascagelombang tersebut. Meski demikian, belum ada laporan resmi tinggi gelombang yang menghantam daratan.
Berdasarkan video warga yang didapat, air sempat surut dari garis pantai Tehoru.
Dalam video berikutnya, sejumlah warga terlihat panik dan mulai mengungsi ke hutan.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Ambon Herlambang Huda mengaku ada pembaruan data soal potensi tsunami pasca gempa M 6,1 itu.
Dampak gempa Maluku Tengah

Pantauan TribunAmbon.com di Masohi, banyak warga yang merasakan gempa ini. Getaran gempa dirasakan sekitar 10 detik.
Getaran gempa juga membuat tanah terasa bergelombang. Semua warga keluar dari rumah dalam kondisi panik.
Warga berhamburan keluar dari rumah. Ada yang membawa anak-anak keluar dari rumah ketika gempa terjadi.
Sejumlah pegawai juga turut berlarian keluar dari gedung.
Mutiara Latupono, salah satu pegawai mengaku panik dan langsung berlari, tanpa berpikir panjang lagi.
"Gempa kuat sekali. Makanya saya langsung lari keluar dari gedung,"ujarnya.
Kerusakan akibat gempa Maluku Tengah

Sejumlah rumah warga di Maluku Tengah, Provinsi Maluku mengalami kerusakan akibat gempa 6,1 magnitudo.
Gempa yang terjadi pada Rabu (16/6/2021) itu, berpusat 7 kilometer Timur Tehoru dan 58 km Baratdaya Kobisonta, Maluku Tengah.
Masohi, Tehoru, dan Yaputih menjadi daerah terdampak gempa.