Breaking News:

Kuti Kata Maluku

Kuti Kata; Seng Sampe Hati

"Beta seng sampe hati lia dong susah anana e" (=Aku tidak tega melihat kalian susah anak-anakku).

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Nelayan di Pulau Moa, Maluku Barat Daya 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Orangtua tuh pung sayang par anana tuh basar" (=rasa sayang orangtua kepada anaknya itu besar).

"Beta seng sampe hati lia dong susah anana e" (=Aku tidak tega melihat kalian susah anak-anakku).

"Jang kata lia, dengar sa tetap seng sampe hati" (=jangankan melihat, mendengar pun tidak tega). "Orangtatua sapa yang mau dia ana susah?" (=Orangtua siapa yang mau anaknya susah?) "Tar ada" (=Tidak ada!)

"Sio, beta yang barana sa tar biking susah anana, jadi jang orang biking susah dong" (=saya yang memperanakkan saja tidak menyusahkan anak-anakku, jangan orang lain melakukannya).

Hubungan batih selalu menjadi alasan untuk "seng sampe hati" (=tidak tega), karena "beta yang rasa saki mulai dari tadudu sampe dia jadi/saki barana" (=saya yang merasakan sakit sejak awal hamil sampai persalinan). Ini suatu wujud rasa cinta yang tidak taranya.

"Seng sampe hati" juga luapan kasih sayang antarsaudara. "Orang mau bilang apa lai, busu-busu sudara jua" (=apa pun kata orang, apapun keadaannya saudara tetaplah saudara).

Jadi seorang saudara juga "seng sampe hati lia dia sudara susah/lia orang pasapua biking sasabarang par dia sudara" (=tidak tega melihat saudaranya susah/melihat orang memperlakukan saudaranya sesuka hati mereka).

Rasa iba itu lahir dari "sayang orang sudara" (=cinta kepada saudara).

"Seng sampe hati" juga luapan rasa sayang ketika melihat orang-orang "dapa calaka" (=mengalami bencana), sehingga "poti-poti par pi tulung/datang bawa tulungan" (=segera pergi menolong/datang membawa bantuan).

Biasanya ada ungkapan yang menggambarkan sifat "poti-poti" (=mau bersegera) itu yaitu "sio, seng sampe hati lai" (=sungguh tidak tega). Wujud kepedulian yang tinggi karena "mau bataria sapa lai, kalu bukang katong yang musti tulung" (=mereka mau memanggil siapa lagi kalau bukan kita yang mesti menolong).

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved