Breaking News:

Global

Virus Corona Varian Delta telah Menyebar di 74 Negara, Dilaporkan Lebih Menular

Virus corona varian Delta yang pertama muncul di India telah dideteksi menyebar di 74 negara, yang dikhawatirkan virus tersebut akan menjadi jenis yan

Editor: Adjeng Hatalea
( SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIA)
Ilustrasi varian B.1.1.7, varian baru virus corona asal inggris disebut menjadi penyebab lonjakan kasus di Thailand. 

Di tengah kesulitan dalam mencegah penyebaran varian secara global, berbagai negara mencoba pendekatan yang berbeda untuk berusaha mengendalikan penyebarannya.

Mungkin yang paling radikal, seperti yang dilakukan di China saat kasus pertama varian Delta dideteksi pada wanita berusia 75 tahun di Liwan sebuah distrik di selatan kota Guangzhou.

Pada awal virus corona dideteksi di Wuhan, cara ini juga dilakukan. Yaitu, menerjunkan kendaraan antar-jemput tanpa pengemudi yang mengirimkan makanan dan pasokan ke puluhan ribu orang di distrik-distrik yang di lockdown ketat.

Sementara, armada drone memastikan orang-orang tetap berada di dalam rumah. Indonesia, pada Senin (14/6/2021) memperkirakan gelombang baru infeksi virus corona akan memuncak pada awal Juli, karena varian Delta menjadi lebih dominan di beberapa daerah dan dengan okupansi rumah sakit di Jakarta 75 persen.

Di India beban kasus Covid-19 telah menurun dalam beberapa pekan terakhir.

Di Inggris sedang diawasi ketat oleh berbagai negara khususnya negara yang program vaksinasinya sudah baik, seperti AS dan Israel, untuk memahami tentang penyebab virus corona varian Delta serta dampaknya terhadap beban rumah sakit dan jumlah kematian.

Berbicara dalam program Face the Nation di CBS, komisaris Food and Drug Administration Scott Gottlieb, yang berada di dewan direksi Pfizer dan telah menulis buku tentang pandemi Covid-19, mengatakan bahwa varian Delta tidak dapat dihindari akan menjadi dominan juga di AS.

“Lihat, dan itu akan terus menyebar. Ini mengkhawatirkan. Jadi ini lebih menular. Tampaknya orang yang terinfeksi virus ini memiliki viral load yang lebih tinggi dan mereka memiliki viral load untuk jangka waktu yang lebih lama,” kata Gottlieb.

"Sekarang di AS, 10 persen terinfeksi. Ini 2 kali lipat setiap 2 pekan. Jadi itu (varian Delta) mungkin akan menjadi tekanan dominan di sini di Amerika Serikat," imbuhnya.

Rumah sakit di ibu kota Republik Demokratik Kongo, Kinshasa, telah "kewalahan" oleh peningkatan infeksi Covid-19. Presiden, Félix Tshisekedi, mengatakan negara itu berada di tengah gelombang ketiga yang sebagian didorong oleh varian Delta.

“Saya akan mengambil tindakan drastis untuk menangani peningkatan penyakit ini. Kami berbicara tentang varian India khususnya (varian Delta),” kata Tshisekedi, tanpa merinci tindakan apa yang dia rencanakan.

Pemerintah Zimbabwe pada akhir pekan mengumumkan lockdown lokal selama dua pekan untuk distrik Hurungwe dan Kariba setelah mendeteksi varian Delta.

Pemerintah mengatakan lebih dari 40 kasus telah dicatat dalam 3 hari terakhir.

(Kompas.com / Shintaloka Pradita Sicca)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved