Breaking News:

Virus Corona

Covid-19 Varian Delta asal India Ditemukan di Kudus, 28 Kasus Diduga Dibawa Pekerja Migran

Budi Gunadi Sadikin mengatakan, varian Corona India B1617.2 atau varian delta sudah terdeteksi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

freepik
Budi Gunadi Sadikin mengatakan, varian Corona India B1617.2 atau varian delta sudah terdeteksi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. 

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai, penemuan varian baru asal India di Kudus sangat serius.

Pasalnya, Dicky menyebut, varian delta tersebut sudah mendekati virus dengan kategori super strain.

"Ini sangat serius, kategori varian delta ini tampaknya mendekati super strain, karena 3 kriteria secara epidemiologi sudah dipenuhi walaupun belum maksimal di salah satunya," kata Dicky, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Minggu (13/6/2021).

Di kriteria pertama, Dicky mengatakan, varian delta lebih cepat menular hingga 80 persen.

Bahkan, varian alpa penularannya sudah lebih menular hingga 50 persen dari virus corona asal Wuhan, China.

Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman.
Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman. (dok pribadi)

"Pertama cepat menular, ada yang menyebutkan lebih cepat menular lebih dari 80 persen."

"Padahal varian alpa sudah 50 persen lebih cepat menular dari pada aslinya," kata Dicky.

Kemudian, di kriteria kedua, Dicky mengatakan varian delta bisa membuat pasien yang terinfeksi lebih parah.

Akibatnya, pasien yang terinfeksi lebih besar kemungkinannya untuk masuk ke rumah sakit.

Dicky menganalogikan, tingkat pasien masuk ke rumah sakit akibat varian delta lebih besar 2,5 kali lipat daripada varian alpa.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved