Breaking News:

Virus Corona

Covid-19 Varian Delta asal India Ditemukan di Kudus, 28 Kasus Diduga Dibawa Pekerja Migran

Budi Gunadi Sadikin mengatakan, varian Corona India B1617.2 atau varian delta sudah terdeteksi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

freepik
Budi Gunadi Sadikin mengatakan, varian Corona India B1617.2 atau varian delta sudah terdeteksi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. 

TRIBUNAMBON.COM - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, varian Corona India B1617.2 atau varian delta sudah terdeteksi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Untuk itu, Kudus menjadi satu di antara Kabupaten di Jawa Tengah yang harus diwaspadai karena menjadi zona merah penyebaran kasus Covid-19.

Menkes Budi juga membenarkan, ledakan kasus Covid-19 di Kudus dipengaruhi oleh varian delta.

Menurut Menkes Budi, penularan varian delta dimungkinkan terjadi karena banyaknya pekerja migran Indonesia yang pulang.

Baca juga: Penyelidikan Asal-usul Covid-19, China Didesak Koperatif dan Transparan

Baca juga: 5 Hal Penting tentang Corona Varian B.1.617, Terdiri dari 3 Tipe hingga Lebih Mudah Menular

Juga, karena aktivitas di kawasan pelabuhan laut, seperti pekerja di Indonesia yang melakukan pengangkutan barang yang datang dari India.

"Memang sudah terkonfirmasi itu adalah varian baru yang kita amati masuknya banyak dari pekerja migran di Indonesia."

"Juga ada banyaknya melalui pelabuhan-pelabuhan laut. Pelabuhan udara biasanya sudah kita jaga dengan baik," kata Menkes Budi, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Minggu (13/6/2021).

Sementara, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, temuan 28 kasus varian delta ini merupakan hasil dari pemeriksaan 34 sampel.

Lantas, benarkah lonjakan kasus Covid-19 di Kudus disebabkan oleh varian baru asal India?

Dan apa saja yang perlu diwaspadai dari varian baru ini?

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai, penemuan varian baru asal India di Kudus sangat serius.

Pasalnya, Dicky menyebut, varian delta tersebut sudah mendekati virus dengan kategori super strain.

"Ini sangat serius, kategori varian delta ini tampaknya mendekati super strain, karena 3 kriteria secara epidemiologi sudah dipenuhi walaupun belum maksimal di salah satunya," kata Dicky, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Minggu (13/6/2021).

Di kriteria pertama, Dicky mengatakan, varian delta lebih cepat menular hingga 80 persen.

Bahkan, varian alpa penularannya sudah lebih menular hingga 50 persen dari virus corona asal Wuhan, China.

Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman.
Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman. (dok pribadi)

"Pertama cepat menular, ada yang menyebutkan lebih cepat menular lebih dari 80 persen."

"Padahal varian alpa sudah 50 persen lebih cepat menular dari pada aslinya," kata Dicky.

Kemudian, di kriteria kedua, Dicky mengatakan varian delta bisa membuat pasien yang terinfeksi lebih parah.

Akibatnya, pasien yang terinfeksi lebih besar kemungkinannya untuk masuk ke rumah sakit.

Dicky menganalogikan, tingkat pasien masuk ke rumah sakit akibat varian delta lebih besar 2,5 kali lipat daripada varian alpa.

Sementara, tingkat pasien masuk ke rumah sakit akibat varian delta lebih besar hingga 4 kali lipat dari virus corona asal Wuhan.

Terakhir, Dicky membeberkan, varian delta ini bisa mensiasati imunitas dalam tubuh manusia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Pemerintah Kabupaten Kudus, Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara), RS Kumala Siwi Mijen, dan Pura Group berkolaborasi dalam menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19 pada tanggal 12, 14, dan 15 Juni 2021. Vaksinasi diselenggarakan di Pura Group Kawasan V Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Pemerintah Kabupaten Kudus, Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara), RS Kumala Siwi Mijen, dan Pura Group berkolaborasi dalam menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19 pada tanggal 12, 14, dan 15 Juni 2021. Vaksinasi diselenggarakan di Pura Group Kawasan V Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (Ist)

Bahkan, bagi mereka yang sudah pernah vaksinasi maupun yang belum pernah terkena Covid-19 sama sekali.

Untuk itu, Dicky mengatakan, pemerintah harus segera meningkatkan antisipasi untuk melawan varian delta ini.

Sebab, menurut Dicky, varian delta ini membutuhkan waktu sekira 5-6 bulan untuk merebak secara luas.

"Artinya kita harus manfaatkan peluang ini untuk antisipasi dan mitigasi."

"Karena updatenya belum ada negara yang berhasil meredam dampak dari varian delta ini," pungkas Dicky.

(Tribunnews.com/Maliana)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 28 Kasus Covid-19 Varian Delta India Merebak di Kudus, Ini yang Perlu Diwaspadai Menurut Ahli.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved