Breaking News:

Wartawan Diusir

Anggota DPRD Maluku Richard Rahakbauw Usir dan Paksa Wartawan Hapus Rekaman Video

Tindakan pemaksaan tersebut terjadi ditengah rapat pengawasan APBD/APBN tahun anggaran 2020 di lima Kabupaten/ Kota bersama 12 mitra komisinya.

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/ Mesya Marasabessy
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Richard Rahakbauw memberi keterangan usai mengikuti rapat kerja pembahasan kepemilikan rumah dinas yang terletak di Halong Atas, Kecamatan Baguala, Kota Ambon Maluku, Selasa (9/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku, Richard Rahakbauw memaksa jurnalis TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy menghapus rekaman video rapat terbuka di ruang komisi III DPRD, Jumat (4/6/2021) pagi.

Tindakan pemaksaan tersebut terjadi ditengah rapat pengawasan APBD/APBN tahun anggaran 2020 di lima Kabupaten/ Kota bersama 12 mitra komisinya.

Rahakbauw selaku pimpinan rapat dengan suara keras membentak jurnalis perempuan itu agar segeramenghapus rekaman dari smart phone miliknya.

"Siapa yang video? Hapus, hapus sekarang," teriak Rahakbauw dalam rapat, Jumat.

Anggota DPRD dari Fraksi Golkar itu kemudian memerintahkan staf DPRD untuk memeriksa smart phone serta menghapus rekaman tersebut.

"Hei, periksa Hp-nya apakah dia sudah hapus atau belum, cepat periksa," serunya.

Lantas, seorang staf yang berada di dalam ruangan rapat langsung mendatangi Mesya hendak menghapus rekaman video itu.

Mesya yang terintimidasi kemudian menghapus rekaman video berisi pemaparan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku, Muhammad Marasabessy dihadapan wakil rakyat itu.

Mesya dan para jurnalis lainnya kemudian diusir keluar dari ruang rapat.

“Ini kan rapat terbuka, ngapain dilarang. Kami kecewa, atas apa yang dilakukan Anggota DPRD Maluku, Richard Rahakbauw dan Ayu Hasanusy,” sesal Erol Berhard, salah seorang jurnalis media online, Jumat.

Mesya sendiri mengaku tidak mengetahui alasan dibalik sikap ketua komisi III itu. Pasalnya, rapat digelar terbuka dan para jurnalis diizinkan masuk.

Namun dijelaskan, sebelum dibentak, salah seorang Anggota Komisi III, Ayu Hasanusi sempat mendatanginya dan menanyakan perihal asal media.

Setelah itu, Hasanusi langsung memberi intrupsi untuk tidak meliput rapat yang telah berjalan tersebut.

Lanjutnya, usai rapat, Rakhakbauw mendatanginya dan meminta maaf atas kejadian tersebut.
“Iya, dia kemudian meminta maaf,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved