Profil Harun Al Rasyid, Pegawai KPK Tak Lolos TWK dan Masuk Daftar Penyidik yang Diwaspadai Pimpinan
Di Mata Najwa, Harun Al Rasyid mengaku menjadi salah satu penyidik yang diwaspadai oleh pimpinan KPK.
Dekat dengan Firli Bahuri
Harun mengakui kedekatannya dengan Ketua KPK Firli Bahuri.
Bahkan Harun sempat menagih utang budi sebab membantu Firli saat menjabat sebagai Direktur Penindakan KPK.
Sebelumnya Harun mengatakan ada kekuatan besar di balik pimpinan KPK yang kemudian membuat 75 pegawai KPK tidak lulus TWK saat itu.
"Saya cuma minta nama saya dan kawan-kawan saya diperhatikan," kata Harun, dikutip dari Kompas TV.
Namun, Harun menyebut Firli tak bisa membantu apa-apa lagi.
Firli bahkan mengatakan apa yang terjadi kepada 75 pegawai termasuk kepada Harun sudah kehendak Tuhan.
Harun juga mengatakan selama menjadi penyidik KPK, ia tidak pernah memiliki masalah dengan Firli Bahuri.
Bahkan penyidik KPK yang sudah bekerja selama hampir 16 tahun itu mengaku, kerap kali menemani Firli saat waktu luang untuk mencurahkan isi hatinya.
"Saya ini secara pribadi tidak punya masalah dengan Pak Firli, bahkan temen ngobrol Pak Firli ketika jadi Deputi itu adalah saya."
"Setiap sore kalau Pak Firli lagi santai saya dipanggil ke ruangannya cerita segala macam terkait keluarga beliau," imbuhnya.
Pernah Gugat Pansus Angket KPK

Lima pegawai KPK, termasuk Harun Al Rasyid juga Lakso Anindito, Hotman Tambunan, Yadyn, dan Novariza, pernah menggugat Panitia Khusus (Pansus) Angket KPK.
Mereka telah mengajukan uji materi kepada Mahkamah Konstitusi (MK) terkait keabsahan Pansus tersebut.
Namun diketahui pada akhirnya MK menolak permohonan uji materi tersebut.