Breaking News:

Kasus Narkoba di Maluku

Selundupkan Sabu 192 Gram di Kemaluan, Kainama dan Rahayaan Dituntut 10 Tahun Penjara

Untuk bisa lolos dari pemeriksaan tersebut, pelaku memiliki ide menyembunyikan sabu seberat 192,86 gram di kemaluan dan duburnya.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Salama Picalouhata
Tanita Pattiasina
Persidangan kasus narkotika secara virtual di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (3/5/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Jaksa penuntut umum (JPU) Arsito Djohar menuntut Hendro Kainama dan Selvia Rahayaan selama 10 tahun penjara, Selasa (18/5/2021).

Keduanya membawa narkotika dari Jakarta menuju ke Ambon dengan menggunakan penerbangan komersial Batik Air.

Tentunya ketika lewat lajur udara akan melewati proses pemeriksaan X-ray saat di bandara.

Untuk bisa lolos dari pemeriksaan tersebut, pelaku memiliki ide menyembunyikan sabu seberat 192,86 gram di kemaluan dan duburnya.

Baca juga: Jukir Mengaku Belum Dapat Sosialisasi, Padahal Tarif Parkir di Kota Ambon Naik Minggu Ini

Baca juga: Lima Bulan Ditutup Satlantas, Akhirnya Dishub Buka Ruas Jalan Rijali Jadi Dua Arah

"Meminta majelis hakim menjatuhi pidana terhadap para terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun dikurangi selama para terdakwa berada dalam tahanan," kata JPU Secretchil Pentury.

Keduanya juga dituntut membayar denda sebesar Rp 800 juta subsider 3 bulan penjara.

JPU menilai, keduanya bersalah melakukan tindak pidana melanggar pasal 112 ayat 2 undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika," ujarnya.

Keduanya kedapatan membawa sabu ke Bandara Pattimura, Selasa (24/11/2020) lalu.

Awalnya, terdakwa Selvia ditangkap terlebih dahulu di Bandara Pattimura dengan barang bukti sabu-sabu 192,86 gram.

Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku mendapat informasi dari informan kalau kedua terdakwa akan membawa narkotika dari Jakarta menuju ke Ambon dengan menggunakan penerbangan komersial Batik Air dan akan tiba di Bandara Pattimura.

Dari informasi tersebut anggota BNN mulai melakukan penyidikan dan pengatur cara untuk melakukan pemantauan hingga melakukan penangkapan.

Pada saat pesawat Batik Air mendarat di Bandara Pattimura Ambon maka, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa sesuai ciri-ciri yang diperoleh.

Sabu-sabu tersebut dibagi dalam dua paket, satu paket dimasukan dalam kemaluan dan satu paket lagi dalam tas ransel terdakwa. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved