Ramadan 2021
Jelang Idul Fitri, Penjual Daun Katupat di Pasar Mardika Justru Sepi Pembeli
Meski tidak tahu pasti penyebabnya, dia mengaku baru di Ramdhan tahun ini anyaman ketupatnya tidak laris.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Seorang penjual daun ketupat di Pasar Mardika, Ambon mengeluh dagangnnya sepi pembeli.
Meski tidak tahu pasti penyebabnya, dia mengaku baru di Ramdhan tahun ini anyaman ketupatnya tidak laris.
"Kalau sekarang ini sepi sekali meskipun dekat lebaran, mungkin karena Corona," ujar Anti, seorang penjual daun ketupat di Pasar Mardika, Jl. Pantai Mardika, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Senin (10/5/2021) sore.
Anti yang setiap harinya berjualan sayur di kawasan pasar Mardika menjelaskan, setiap jelang lebaran, dia menjual daun dan anyaman ketupat.
"Sudah tiga hari mendekati idul Fitri, tapi peminatnya biasa-biasa saja, bahkan sepi sekali, tidak sama dengan idul Fitri tahun-tahun sebelumnya," ujar dia.
Lanjutnya, sebelum pandemi Covid-19, biasanya dalam sehari bisa menjual hingga empat karung daun ketupat yang sudah dianyam.
Baca juga: Paus Bungkuk Sepanjang 9 Meter Ditemukan Mati Terdampar di Kepulauan Tanimbar
Baca juga: Permintaan Tinggi, Harga Daging Sapi di Kota Ambon Melonjak Rp 130 Ribu
"Biasanya dalam sebelum Corona, dalam satu hari bisa jual tiga sampai empat karung," kata dia.
Ketupat anyamannya dijual seharga Rp 5 ribu per sepuluh anyaman.
Kali ini, pasokan daun ketupatnya pun didapatkan dengan harga yang lebih mahal dari biasanya.
"Biasanya satu paket janur, itu saya beli Rp. 5 sampai Rp 7 ribu, sekarang satu paket sudah Rp.15 ribu," ujarnya.
Untungnya Anti sendiri memiliki langganan yang biasa memesan anyaman ketupat darinya. Namun ia mengaku untungnya pun tidak seberapa di bandingkan sebelum pandemi Covid-19. (*)