Breaking News:

Larangan Mudik 2021

Di Kota Ambon, Larangan Mudik Tak Berlaku Bagi Pembesuk Orang Sakit

Larangan mudik tidak berlaku bagi masyarakat yang akan menjenguk keluarga sakit selama masa pembatasan mudik 6 mei hingga 17 mei 2021 diperbolehkan.

Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Proses pembuatan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Kota Ambon di Balai Kota Ambon, Jumat (7/5/2021) sore 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON.TRIBUNAMBON.COM – Larangan mudik tidak berlaku bagi masyarakat yang akan menjenguk keluarga sakit selama masa pembatasan mudik 6 mei hingga 17 mei 2021 diperbolehkan.

Koordinator Fasilitas Umum Satgas Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay mengatakan perjalanan orang dengan alasan sakit harus memiliki keterangan.

Namun, hanya untuk mereka yang berada dalam lingkup keluarga inti saja dan tidak untuk sepupu ataupun keponakan.

“Nah, anggota keluarga ini harus sedarah, dan tidak bisa dalam artian oh saya mengunjungi paman saya yang sakit, itu tidak bisa. Paman berbeda dengan ayah kandung,” kata Luhukay kepada TribunAmbon.com usai melakukan validasi Surat Izin keluar Masuk (SIKM) di Balai Kota Ambon, Jumat (7/5/2021) sore.

Baca juga: Ratusan Warga Kota Ambon Serbu Sembako Gratis dari Pemkot

Baca juga: Tidak Diizinkan Kembali ke Ambon, Puluhan Sopir Angkutan Logistik Datangi Kantor Bupati Buru

Hal itu juga menjadi salah satu syarat dalam proses pembuatan SIKM yang dibuat sesuai edaran dari Gubernur dan Keputusan Presiden serta Gugus Percepatan Penanggulangan Covid-19 Nasional.

“Sesuai dengan edaran gubernur Maluku dan tentunya sesuai arahan presiden dan gugus percepatan nasional ada kategori yang dikecualikan, salah satunya kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya mendesak sekali seperti orang tua sakit,” tambahnya.

Dia menjelaskan, untuk mendapatkan SIKM dengan izin jenguk keluarga sakit, warga harus membawa surat keterangan yang mendukung seperti surat sakit dari fasilitas kesehatan setempat minimal Puskesmas.

“Meski perawatan dirumah harus minta keterangan minimal dari puskesmas terdekat, layanan rumah sakit yang paling kecil itu kan puskesmas. Harus minta keterangan bahwa keluarga sakit dan itu dibutuhkan kehadiran daripada anggota keluarga,” jelas Luhukay.

Luhukay mengharapkan agar warga yang tidak dalam kondisi mendesak untuk menunda kepulangan hingga batas akhir pembatasan mudik nasional guna melindungi keluarga dan sesama dari kemungkinan penyebaran covid-19.

“Pembatasan ini kan secara nasional, dan kita secara hati-hati sekali karena beberapa kasus seperti itu, walaupun ada antigen memang tapi dalam perjalanan kta tidak tahu. Maka dari itu kita menyarankan untuk sementara menunggu dahulu sementara sampai tanggal 17 dan 18 hingga masa berlaku selesai, itu lebih aman karena menjaga keluarga,” harapnya. (*) 

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved