Breaking News:

Global

Distribusi Bantuan Covid-19 di India Dicurigai Ditahan Pemerintah

Ventilator, obat-obatan, dan peralatan oksigen mulai berdatangan di India, dari negara-negara termasuk Inggris, AS, pada awal pekan lalu.

(AP PHOTO/Rajanish Kakade)
Foto pada 23 April 2021 menunjukkan tim medis membawa pasien setelah kebakaran di Rumah Sakit Covid-19 Vijay Vallabh di Virar, dekat Mumbai, India. Saat ini, India berjibaku melawan gelombang kedua virus corona yang begitu cepat penularannya. 

NEW DELHI, TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah negara mengirim pasokan medis darurat untuk membantu penanganan tsunami Covid-19 di India. Namun, beberapa bantuan medis ditahan, menurut laporan.

Ventilator, obat-obatan, dan peralatan oksigen mulai berdatangan di India, dari negara-negara termasuk Inggris, AS, pada awal pekan lalu.

Pada Minggu (2/5/2021), sekitar 300 ton pasokan dalam 25 penerbangan telah tiba di Bandara Internasional Delhi.

Namun, kekhawatiran meningkat tentang penundaan dalam penyaluran bantuan medis kepada mereka yang paling membutuhkan.

Melansir BBC pada Kamis (6/5/2021), selama beberapa hari, sebagian besar kargo berada di hanggar ketika rumah sakit meminta lebih banyak bantuan medis.

Pasokan tidak mulai didistribusikan hingga Senin malam waktu setempat (3/5/2021), lebih dari sepekan setelah gelombang pertama bantuan darurat tiba di India.

Pemerintah India membantah keras adanya penundaan distribusi bantuan, dan justru mengeluarkan pernyataan pada Selasa malam waktu setempat (4/5/2021) bahwa pihaknya telah memperkenalkan "mekanisme yang efisien dan sistematis" untuk mendistribusikan paskokan.

Kementerian kesehatan mengatakan dalam pernyataan bahwa pihaknya "bekerja 24x7 untuk mempercepat dan membereskan distribusi barang".

Namun para praktiknya, para pejabat di negara bagian yang paling parah terkena dampak tsunami Covid-19 di India mengatakan kepada BBC bahwa mereka masih belum menerima pasokan apa pun dari pemerintah pusat.

Kerala, negara bagian yang mencatat rekor 37.190 kasus Covid-19 baru pada awak pekan ini, masih belum menerima bantuan apa pun hingga Rabu malam waktu setempat (5/5/2021), kata sekretaris kesehatan negara bagian, Dr Rajan Khobragade kepada BBC.

Halaman
123
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved