Kamis, 23 April 2026

Gara-gara Dengar Lagu KPop dan Tiru Gaya Rambut Idol, 3 Remaja Korea Utara Dihukum Kerja Paksa

Tiga remaja di Pyongan Utara, Korea Utara baru-baru ini dihukum pendidikan ulang dan kerja paksa karena mengikuti budaya Korea Selatan.

Editor: Fitriana Andriyani
Daily NK
Ilustrasi - Dalam foto tak bertanggal ini, tentara Korea Utara terlihat di Provinsi Pyongan Utara. 

TRIBUNAMBON.COM - Tiga remaja di Pyongan Utara, Korea Utara baru-baru ini dihukum pendidikan ulang dan kerja paksa karena mengikuti budaya Korea Selatan.

Ketiganya dicap "berperilaku anti-sosialis" karena mengikuti lagu serta gaya rambut ala Korea Selatan.

Akibatnya keluarga mereka diasingkan pemerintah ke wilayah lain.

Baca juga: 10 Negara Paling Gagal, Bahkan Lebih Buruk dari Negara Miskin, Myanmar Terancam Masuk Daftar

"Kementerian Jaminan Sosial menangkap tiga siswa sekolah menengah berusia 14 tahun yang tinggal di wilayah Kujang karena perilaku anti-sosialis."

"(Para siswa) diduga telah memotong rambut mereka seperti remaja Korea Selatan dan menyanyikan lagu-lagu Korea Selatan."

"Setelah pemeriksaan pendahuluan pada awal April, pihak berwenang mengirim para remaja ke kamp kerja paksa untuk pendidikan ulang," kata sumber soal penangkapan tiga remaja itu, dikutip dari Daily NK

Gambar ini diambil pada 14 Januari 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 15 Januari menunjukkan orang-orang menghadiri parade militer merayakan Kongres ke-8 Partai Pekerja Korea (WPK) di Pyongyang.
Gambar ini diambil pada 14 Januari 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 15 Januari menunjukkan orang-orang menghadiri parade militer merayakan Kongres ke-8 Partai Pekerja Korea (WPK) di Pyongyang. (KCNA VIA KNS/AFP)

Sumber ini mengklaim pada awal Maret lalu, teman sekelasnya yang merupakan putra dari pemimpin inminban (unit masyarakat), memergoki tiga siswa tersebut.

Ketiganya diketahui memotong rambut mirip dengan idol asal Korea Selatan, memakai celana hanya sampai di atas pergelangan kaki, dan menyanyikan lagu K-Pop.

Sumber menyebut lagu itu berjudul 'Man' yang dinyanyikan Na Hoon-a.

Baca juga: Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia, Bandingkan Fasilitasnya dengan Indonesia!

Para siswa tersebut kemudian dilaporkan ke Kementerian Keamanan Negara.

Kementerian Keamanan Negara langsung mengamankan ketiga ABG itu dan melakukan pemeriksaan awal untuk dikirim ke kamp pendidikan ulang pada 3 April lalu.

Sementara itu, otoritas setempat mengusir orang tua siswa ke Kabupaten Changsong di Provinsi Pyongan Utara karena dianggap membiarkan anaknya mengikuti budaya Korea Selatan.

Bahkan pasca kejadian itu, pejabat lokal menggelar pembicaraan kepada pendidik dan warga setempat untuk membahas masuknya budaya imperialis dan propaganda musuh.

Gambar ini diambil pada 8 April 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 9 April 2021 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato penutup di Konferensi Keenam Sekretaris Sel dari Partai Pekerja Korea di Pyongyang.
Gambar ini diambil pada 8 April 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 9 April 2021 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato penutup di Konferensi Keenam Sekretaris Sel dari Partai Pekerja Korea di Pyongyang. (STR / KCNA VIA KNS / AFP)

Menurut sumber tersebut, para dosen menyatakan bahwa: "Kaum imperialis yang licik cemburu bahwa kita (orang Korea Utara) menjalani kehidupan yang lebih baik karena kita menjunjung tinggi nilai-nilai sosialis kita."

"Jadi mereka dengan kejam mencoba menggunakan media kapitalis mereka untuk memanipulasi kaum muda kita yang mudah dipengaruhi karena mereka masih tumbuh."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved