Breaking News:

Maluku Terkini

Hakim Jatuhi Hukuman Mati Bagi Pembunuh Berencana di Saumlaki

Keputusan itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni pidana penjara selama 15 tahun.

Pos Kupang
Ilustrasi pengadilan 

Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Saumlaki menjatuhi hukuman mati bagi terdakwa kasus pembunuhan berencana di Desa Rumasalut, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Arkilaus Enus alias Arki (19).

Keputusan itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni pidana penjara selama 15 tahun.

Hakim ketua, Sahriman Jayadi mengaku sependapat dengan JPU dalam tuntutannya. 

Yakni terbukti dalam pasal 340 yaitu pembunuhan berencana.

“Hanya saja terkait dengan pidana yang diterapkan terhadap terdakwa terdapat perbedaan pendapat antara majelis dan penuntut umum, karena penuntut umum menuntut 15 tahun tetapi oleh majelis hakim dirubah untuk dinaikan menjadi hukuman mati,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Majelis Hakim mempertimbangkan perbuatan terdakwa dilakukan terlalu sadis dan dilakukan di hadapan anak kandung korban.

“Semuanya dibagian kepala menggunakan parang, tiga kali dibelakang dan satu kali didepan perbuatan ini dilakukan didepan anak kandung daripada korban sehingga tepatnya untuk yang bersangkutan ini diterapkan hukuman mati,” tambahnya.

Majelis Hakim pun tak memberikan keringan hukuman meski terdakwa telah memberikan pembelaan, dan juga telah meminta maaf serta berdamai dengan keluarga korban.

“Permintaan maaf tidak bisa dijadikan sebagai alasan meringankan. Dalam persidangan tersebut memang kuasa hukumnya menjelaskan bahwa terdakwanya sopan dalam persidangan, tidak pernah dihukum sebelumnya. itu tak bisa dijadikan alasan karena rencana pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa sangat sadis sehingga alasan majelis hakim untuk hukuman tersebut dimaksimalkan,” jelasnya.

Setelah memberikan putusan, Majelis Hakim pun memberikan kesempatan bagi terdakwa untuk mempertimbangkan keputusan tersebut.

“Jika hari ini jaksa atau terdakwa akan mengajukan upaya hukum maka semua berkas akan kami kirimkan ke pengadilan tinggi ambon dan akan diperiksa ulang, sejak pernyataan pengajuan upaya hukum banding menjadi kewenangan pengadilan tinggi apakah pendapatnya sama dengan kami atau tidak nantinya diproses di pengadilan tinggi. Artinya majelis tingkat pertama telah selesai dalam persidangan dan sudah diputuskan,” ungkapnya.

Terdakwa Arki telah melakukan pembunuhan berencana kepada Samonici Luanmase (70) di Seira, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada rabu (28/4/2021).

Perbuatan terdakwa termasuk dalam kategori tingkat pertama yakni pembunuhan.

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved