Breaking News:

Larangan Mudik 2021

Murad Restui, Bupati Larang Mudik, Jasa Pelayaran Bingung

Meski Gubernur Maluku telah mengizinkan mudik 2021, namun pemerintah daerah kabupaten Maluku Tengah dan Buru tetap bersikukuh melarang mudik.

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Salama Picalouhata
Fandi Wattimena
Suasana Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon, Perusahan pelayaran masih menunggu kebijakan mudik. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Meski Gubernur Maluku telah mengizinkan mudik 2021 dalam wilayah provinsi, namun pemerintah daerah kabupaten Maluku Tengah dan Buru tetap bersikukuh melarang mudik lebaran.

Pintu masuk laut, darat dan udara di dua kabupaten itu pun akan ditutup sesuai periode yang ditetapkan sebelumnya oleh pemerintah pusat, yakni 6 - 17 Mei 2021.

Penyedia jasa pelayaran di ibu kota provinsi Maluku ini pun dibuat bingung.

"Bingung juga dengan kondisi ini," ungkap Kepala shiping Pt Dharma Indah, Junaidi Heluth diruang kerjanya, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Gubernur Maluku Murad Ismail Perbolehkan Mudik Asal Punya Surat Rapid Tes Antigen

Baca juga: Soal Mudik Lebaran, Bupati Maluku Tengah Akan Tutup Semua Pelabuhan

Heluth menjelaskan, sebelumnya dia beserta otoritas pelabuhan telah mengadakan pertemuan dengan Dinas Perhuhungan Provinsi Maluku sehari setelah dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Gubernur nomor 451-52 tahun 2021, Senin (26/4/2021).

Hasilnya, pelayanan pelayaran antar pulau dalam provinsi diputuskan tetap beroperasi normal.

Namun kini pemerintah setempat membuat kebijakan yang tidak sejalan dengan edaran tersebut.

Baca juga: Penutupan Jalur Mudik Pulau Buru Mulai Diberlakukan Kamis Depan

Dia pun mengaku belum bisa memberikan keputusan lanjutan dengan kondisi tersebut.

"Kami hanya bisa berharap, pelayaran tetap diizinkan," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya Pemerintah Kabupaten Buru resmi melarang mudik lebaran mulai 6-17 Mei mendatang.

"Tidak ada mudik. Kami akan lakukan penutupan jalur laut dan udara," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buru, Jamaluddin Samak kepada TribunAmbon.com saat diwawancarai, Senin (26/4/2021) siang.

Senada dengan itu, Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal menyatakan pihaknya hanya membuka akses bagi distribusi logistik dan kebutuan kargo lainnya.

"Oh iya tentu, karena itulah saya tegaskan untuk tidak ada aktifitas mudik di pelabuhan dan kita tutup kecuali untuk kargo," tegas Bupati. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved