Breaking News:

Sekolah Tatap Muka

Ujian Sekolah Tingkat SD di Masohi Terapkan Prokes

Pelaksanaan sekolah tatap muka dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mengizinkan seluruh sekolah di Ibu kota Kabupaten itu

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Lukman Mukadar
Para siswa SD Negeri 9 Masohi, tampak serius mengerjakan soal ujian. Senin (26/4/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Sekolah Dasar (SD) di Kota Masohi mulai melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS). Ujian di masa pandemi Covid-19 ini digelar secara tatap muka dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

Pelaksanaan sekolah tatap muka dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mengizinkan seluruh sekolah di Ibukota Kabupaten itu untuk menggelar Ujian akhir secara tatap muka.

"Setelah mendapatkan izin dari pemerintah daerah lewat tim gugus tugas covid-19 batu kita terapkan ujian tatap muka ini,"kata Kepala SD Negeri 9 Masohi. Ny. Wiladida kepada wartawan di Ruang Kerjanaya. Senin (26/4/2021).

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa sekolah tatap muka di daerah itu baru akan dimulai pada Juni mendatang. Namun kata dia kali pihak sekolah diberikan kewenangan untuk melaksanakan proses ujian dengan tatap muka langsung.

"Hanya untuk ujian saja, jadi kami sangat berterimakasih kepada pak Bupati, pak Kadis dan juga Tim Gugus Tugas yang telah mengizinkan kami menggelar ujian secara tatap muka saat ini," ucap dia.

Pantauan TribunAmbon.com di Kota itu, proses ujian dilaksanakan secara tatap muka di masing-masing sekolah dan akan berlangsung selama tiga hari mulai pukul 08.00-10.00 WIT. Hari pertama ujian yaitu mata pelajaran Agama dan bahasa Indonesia.

Baca juga: Wawali Ambon; Ambon Rawan Bencana, Masyarakat Mesti Sadar

Baca juga: Lompat Pagar Saat Demo, PLN Sayangkan Aksi Belasan Pemuda Seram Selatan

Senada disampaikan Kepala SD Negeri 1 Masohi Lenda Mual. mual mengatakan siswa kelas ujian di sekolahnya kali ini sebanyak 47 siswa dan semua ikut dalam proses penentu kelulusan itu.

Peserta ujian menggunakan empat ruang kelas. Tiga ruang di isi oleh 12 siswa, sedangkan satu ruang di isi 11 siswa atau 50 persen dari kapasitas seharusnya.

"Untuk menerapkan. Prokes kita bagi semuanya pada tiga ruangan sehingga dipastikan benar-benar ada jarak interaksi antara satu dan lainnnya,"ujarnya.

Lenda juga mengatakan proses ujian berjalan lancar saja tidak ada kendala dengan menerapkan Protokol Kesehatan seperti tetapenggunakan masker mencuci tangan dan menjaga jarak interaksi.

"Pastinya kita tetap menerapkan protokol Covid-19, seperti mencuci tangan, gunakan masker sama tetap menjaga jarak sosial diatancing," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved