Global
Bujet Militer Dunia Kembali Meningkat Meski Covid-19 Mewabah
Peneliti dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menyatakan, bujet pertahanan meningkat 2,6 persen sepanjang 2020.
STOCKHOLM, TRIBUNAMBON.COM - Anggaran militer dunia kembali meningkat hingga menyentuh 2 triliun dollar AS (Rp 29.057 triliun) meski Covid-19 mewabah.
Peneliti dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menyatakan, bujet pertahanan meningkat 2,6 persen sepanjang 2020.
Peningkatan belanja persenjataan itu terjadi meski rata-rata GDP negara di seluruh penjuru menurun 4,4 persen.
Dilansir AFP Minggu (25/4/2021), total anggaran militer mencapai 1,981 triliun dollar (Rp 28.762 triliun).
Diego Lopes da Silva, salah satu penulis laporan, menyatakan kenaikan ini benar-benar tak terduga. "Karena pandemi Covid-19, orang mungkin mengira bahwa angkatan bersenjata bakal mengurangi belanjnanya," jelas Da Silva.
Berdasarkan data yang dia peroleh, Da Silva menyimpulkan virus corona tak menghalangi negara untuk memperkuat militernya. Meski begitu, dia memperingatkan negara akan mengalami "syok dan harus beradaptasi" karena menggelontorkan banyak uang di militer saat wabah. Menurutnya, fakta pengeluaran senjata kembali meningkat membuat "beban militer" di GDP juga naik.
Adapun total sejak krisis finansial pada 2009, anggaran pertahanan naik dari 2,2 persen ke 2,4 persen.
Hasilnya, mulai ada banyak anggota NATO yang menggunakan dua persen GDP untuk memperkuat pasukannya.
Sepanjang 2020, sudah ada 12 negara NATO yang meningkatkan anggarannya, dibanding sembilan saat 2019.
Beberapa efek Covid-19
Da Silva menerangkan, tak dipungkiri pandemi virus corona juga berdampak pada belanja persenjataan sejumlah negara.
Contohnya adalah Chile dan Korea Selatan, yang mengumumkan mereka akan mengalihkan belanja senjata ke penanganan wabah.
Negara lain seperti Brasil dan Rusia memang tidak menyebut spesifik adanya realokasi anggaran pertahanan.
"Tetapi, mereka menghabiskan lebih sedikit daripada yang mereka anggarkan pada 2020 ini," ujar Da Silva.
Hongaria memutuskan meningkatkan anggaran pertahanan sebagai paket stimulus menghadapi Covid-19. Da Silva mencatat, banyak negara saat menghadapi krisis finansial 2008-2009 dengan melakukan langkah penghematan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/1442021-tentara-ukraina.jpg)