Breaking News:

Berita Unik

Sosok Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstatinopel, Kematiannya Disambut Bel Gereja Seantero Eropa

Pada usia ke-21 tahun, Mehmed berhasil menaklukkan Konstantinopel (kini kota Istanbul) dan menyudahi Kekaisaran Byzantium atau Kekaisaran Roma Timur.

Editor: Fitriana Andriyani
via Daily Sabah
Pada usianya yang ke-21 tahun, Mehmed berhasil menaklukkan Konstantinopel (kini kota Istanbul) dan menyudahi Kekaisaran Byzantium atau Kekaisaran Roma. 

Setelah Konstantinopel, Mehmed II mengarahkan pasukannya ke Provinsi Morea di Peloponnesos pada 1461 dan Kekaisaran Trebizond setahun berselang.

Baca juga: Serangan Jalur Gaza Berjalan Selama Belasan Tahun, Bagaimana Sejarah Konflik Palestina dan Israel?

3. Menciptakan Pemerintahan Terpusat

Setelah melakukan banyak penaklukan di Serbia, Albania, hingga Crimea, Ottoman mulai mengonsolidasikan kerajaannya dengan membentuk pemerintahan.

Divan (pengadilan kerajaan) berisi para pejabat yang hanya setia kepada dia dan membolehkannya menggunakan otoritas dan kekuasaan yang besar.

Begitu Mehmed II membentuk pemerintahan terpusat, secara hati-hati dia menunjuk para pejabat yang bisa membantunya menerapkan agendanya.

Dia mendelegasikan wewenang dan fungsi pemerintahan yang besar kepada para pembesarnya sebagai bagian dari kebijakan agar pemerintahannya tidak terlalu absolut.

Baca juga: 6 Makhluk Paling Mematikan di Dunia yang Mungkin Tak Pernah Kamu Duga, Hati-hati jika Bertemu!

4. Kematian

Pada 1481, Mehmed II bergerak bersama pasukan Ottoman.

Namun saat berada di Maltepe yang merupakan bagian dari Istanbul, dia jatuh sakit.

Setelah dirawat selama beberapa hari, Mehmed II meninggal pada 3 Mei 1481 saat dia berusia 49 tahun, dan dimakamkan di Kompleks Masjid Fatih.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved