Berita Unik

Sosok Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstatinopel, Kematiannya Disambut Bel Gereja Seantero Eropa

Pada usia ke-21 tahun, Mehmed berhasil menaklukkan Konstantinopel (kini kota Istanbul) dan menyudahi Kekaisaran Byzantium atau Kekaisaran Roma Timur.

Editor: Fitriana Andriyani
via Daily Sabah
Pada usianya yang ke-21 tahun, Mehmed berhasil menaklukkan Konstantinopel (kini kota Istanbul) dan menyudahi Kekaisaran Byzantium atau Kekaisaran Roma. 

TRIBUNAMBON.COM - Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II yang dijuluki sebagai Mehmed Sang Penakluk, adalah Sultan Ottoman Turki yang berkuasa pada Agustus 1444 hingga September 1446.

Ia kemudian berkuasa kembali Februari 1451 sampai Mei 1481.

Pada usianya yang ke-21 tahun, Mehmed berhasil menaklukkan Konstantinopel (kini kota Istanbul) dan menyudahi Kekaisaran Byzantium atau Kekaisaran Roma Timur.

Dia dianggap sebagai pahlawan di Turki modern dengan di Istanbul.

Karena jasanya, bahkan sampai ada kawasan yang dinamai sepeti Distrik Fatih, Masjid Fatih, maupun Jembatan Fatih Sultan Mehmed.

Berikut biografi Sultan Mehmed yang kekuasaannya bisa mencakup Bosnia di Eropa.

Baca juga: 10 Negara Paling Gagal, Bahkan Lebih Buruk dari Negara Miskin, Myanmar Terancam Masuk Daftar

1. Masa Kecil dan Awal Berkuasa

Mehmed II lahir pada 30 Maret 1432 di Edirne yang kemudian jadi ibu kota Ottoman.

Ayahnya adalah Sultan Murad II dan ibunya Huma Valide Hatun.

Saat usianya baru berusia 11 tahun, Mehmed II dikirim oleh ayahnya ke Amasya dan menjabat sebagai gubernur di sana untuk mendapatkan pengalaman.

Setelah Murad II mencapai kesepakatan dengan Karamanids di Anatolia pada Agustus 1444, dia turun takhta dan memberi kesempatan kepada putranya untuk naik.

Saat awal dia berkuasa, dia memimpin pasukan dan mengalahkan pasukan Hongaria di bawah pimpinan ksatria bernama John Hunyadi yang merusak Perjanjian Szeged.

Saat itu pasukan Hongaria menyerang karena terpengaruh Kardinal Julian Cesarini, utusan Paus Martinus V, meyakinkan raja melakukan serangan tidak berbahaya.

Mehmed kemudian turun takhta setelah pada September 1446 dan digantikan ayahnya setelah dipaksa Perdana Menteri Candarli Halil Pasa.

Baca juga: Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia, Bandingkan Fasilitasnya dengan Indonesia!

2. Penaklukan Konstantinopel

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved