Sebulan Hilang, Guru Honorer Ditemukan Tewas Tinggal Tulang, ternyata Dibunuh Pacar yang Oknum TNI
Korban berinisial RR (30) dihabisi nyawanya oleh MAM, lantaran kesal kerap diserang pertanyaan kapan akan menikahinya.
TRIBUNAMBON.COM - Seorang guru honorer dikabarkan menghilang sejak Maret, April ditemukan tinggal jasad.
Ternyata oknum TNI menjadi pelaku pembunuhan seorang guru honorer di Balikpapan Timur, Kalimantan Timur.
Pelaku bernama Praka MAM (32) membunuh korban yang tak lain adalah kekasihnya sendiri berinisial RR (30).
RR dibunuh Praka MAM di sebuah lokasi sepi pada 1 Maret 2021, dan jasadnya baru ditemukan pada 13 April 2021.
Saat ditemukan, jasad korban sudah tinggal tulang belulang di kawasan Jalan Transad, Balikpapan Timur.
Baca juga: Serangan Jalur Gaza Berjalan Selama Belasan Tahun, Bagaimana Sejarah Konflik Palestina dan Israel?
Baca juga: Warga Tak Gunakan Air Raksa di Tambang Emas Pohon Batu Maluku, Hanya Pakai Alat Seadanya?
Selama dikabarkan menghilang sekitar 1 bulan lebih, Praka MAM sempat berpura-pura mencari korban untuk menutupi kecurigaan banyak orang.
Dikutip dari Tribun Kaltim, Kapendam VI/Mulawarman, Letkol Inf Muhammad Taufik Hanif menjelaskan kronologi pembunuhan guru honorer oleh oknum TNI.
Hinga kini terkait kronologi lengkap pembunuhan tersebut masih dalam pendalaman.
Pasalnya, terdapat perbedaan keterangan dari tersangka maupun keluarga korban.
"Jadi memang sesuai dengan pengakuan dari (keluarga) korban, yaitu pada saat tersangka mau membunuh"
"korban diajak ke tempat tersebut (TKP) untuk melihat pemandangan," ungkap Letkol Inf Taufik di ruangannya, Jumat (16/4/2021).
Baca juga: Dikira Boneka Tenyata Bayi Tewas Mengapung di Sungai Tanpa Busana dan Tali Pusar Masih Menempel
Kemudian pada saat duduk berdua, lanjutnya, tersangka mencekik leher korban dengan tangan kanan hingga meninggal.
Dua minggu pasca pembunuhan, Praka MAM mendatangi kembali lokasi ia membunuh korban untuk berpura-pura mencari RR agar menghilangkan kecurigaan.
Kemudian mengambil pakaian RR dengan maksud menghilangkan jejak.
"Setelah 2 minggu, diambil. Kalau pengakuan (keluarga) korban, jaket, jilbab kalau tidak salah, diambil kemudian dibuang ke tempat yang jauhnya sekitar 2-3 kilometer dari TKP," jelas Letkol Inf Taufik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/ilustrasi-pelaku-kejahatan.jpg)