Breaking News:

Virus Corona

Hindari Risiko Pembekuan Darah, Denmark Hentikan Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Denmark tetap menghentikan pemakaian AstraZeneca meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Obat Eropa (EMA) mendukung vaksin ini.

Paul ELLIS / AFP
Gambar kantor perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional Inggris-Swedia AstraZeneca PLC di Macclesfield, Cheshire pada tanggal 21 Juli 2020. 

TRIBUNAMBON.COM - Denmark menjadi negara pertama di Eropa dan dunia yang menyetop pemakaian vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Keputusan diambil karena maraknya kasus pembekuan darah yang langka.

Direktur badan kesehatan Denmark, Soren Brostrom mengatakan negaranya tetap menghentikan pemakaian AstraZeneca meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Obat Eropa (EMA) mendukung vaksin ini.

Dilansir Euro News, vaksinasi di Denmark akan tetap berlanjut tanpa vaksin AstraZeneca. 

"Secara keseluruhan, kami harus mengatakan bahwa hasil menunjukkan ada sinyal efek samping yang nyata dan serius dalam vaksin dari AstraZeneca," kata Brostrom dalam pernyataanya.

Baca juga: Vaksin Nusantara Diklaim Karya Anak Bangsa, tetapi Komponennya Impor

Baca juga: Ahli: Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa Bikin Antibodi Meningkat

"Berdasarkan pertimbangan menyeluruh, kami memilih untuk melanjutkan program vaksinasi untuk semua kelompok sasaran tanpa vaksin ini."

Gambar kantor perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional Inggris-Swedia AstraZeneca PLC di Macclesfield, Cheshire pada tanggal 21 Juli 2020.
Gambar kantor perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional Inggris-Swedia AstraZeneca PLC di Macclesfield, Cheshire pada tanggal 21 Juli 2020. (Paul ELLIS / AFP)

Di Denmark, dua penerima suntikan AstraZeneca mengalami pembekuan darah yang parah, bahkan salah satunya berakibat fatal.

Sebagian besar vaksinasi Covid-19 di negara ini menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech.

Sekitar 150.000 orang yang telah disuntik AstraZeneca akan ditawari vaksin berbeda untuk dosis kedua, kata Brostrom.

Meskipun EMA mendukung vaksin AstraZeneca pada Maret lalu, Denmark memilih untuk melanjutkan penangguhan sambil menyelidiki laporan pembekuan darah.

Halaman
123
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved