Breaking News:

Maluku Terkini

6 Terdakwa Kasus Penjual Senpi ke Papua Disidangkan

Keenam terdakwa terdiri dari dua anggota Polri yakni SH, MR dan empat warga sipil yakni SN, RT, HM, dan AT. Ke empatnya didampingi penasihat hukum, Th

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Proses sidang perdana 6 terdakwa kasus penjualan senpi ke Papua di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (7/4/2021) 

“Terdakwa WT mengambil senjata tersebut pada bulan Januari 2021 dari terdakwa SH kemudian membawa senjata tersebut lewat jalur menggunakan Ferry menuju ke Papua,” kata JPU.

Baca juga: Warga Protes, Saniri Tetapkan Mata Rumah Nurlette

Baca juga: Polresta Ambon Tetapkan WNA Asal Belanda Jadi Tersangka

Sebelumnya, pada bulan agustus 2020 di Pangkalan Ojek Lorgi, Desa Batu Merah, terdakwa MR yang pernah bertransaksi dengan saksi AL (diproses pidana militer, Anggota TNI AU) bertemu dengan terdakwa RT.

Terdakwa RM melakukan pembelian senpi jenis pistol bekas kerusuhan milik terdakwa RT dengan harga Rp 5 juta rupiah yang selanjutnya dijual kembali kepada terdakwa SN dengan harga Rp 6,5 juta rupiah.

“Terdakwa SN masih belum memiliki uang sehingga memberikan Rp 3,5 kepada terdakwa RT dan akan ditambah keesokan harinya. Terdakwa RT kemudian mengambil uang dan memisahkan Rp 500ribu untuk terdakwa RT dan memberikan Rp 3 juta kepada terdakwa MR,” ungkap JPU.

Kemudian pada awal tahun 2020 terdakwa HM yang mempunyai senpi laras pendek rakitan beserta satu dus amunisi yang sebelumnya milik mertua terdakwa HM bertemu terdakwa SN di pasar Mardika.

“Terdakwa HM mengatakan mempunyai pistol lalu di sekitar pukul jam 21.00 WIT, ia menjual senjata tersebut kepada terdakwa SN dengan harga Rp 1 juta,” tambah JPU.

Berlanjut pada bulan November 2020, terdakwa AT yang bersahabat dengan terdakwa WT dan sebelumnya pernah berkenalan dengan AM mendapatkan perintah untuk mencari senjata api atau amunisi.

Tambahnya, terdakwa AT kemudian mencari saksi MS (pidana militer, anggota TNI) kemudian menjalin 3 kali transaksi jual beli.

Yakni, pertama yaitu pembelian 100 butir peluru kaliber 5,56 seharga Rp 500 ribu bertempat di bawah Jembatan Merah Putih (JMP) pada bulan November 2020 sekitar pukul 23. 00 WIT.

Seminggu setelah pembelian pertama, bertempat di depan rental mobil Toking, saksi MS menjual 100 butir peluru kaliber 5,56 dengan harga Rp 500ribu kepada terdakwa AT.

Halaman
123
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved