Breaking News:

Ambon Terkini

Soal Sengketa Lahan Sekolah, Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon Akan Sharing Dana

Ia menerangkan, Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku akan melakukan sharing dana untuk memenuhi permintaan dan segera membayar kepada ahli waris sesuai den

TribunAmbon.com/Mesya
AMBON: Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Andi Rahman, Rabu, (31/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Soal sengketa lahan SD Negeri 50 dan 64 Ambon, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan melakukan sharing dana untuk ganti rugi ke ahli waris.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Andi Rahman usai mengikuti rapat pembahasan sengketa lahan SD 50 dan 64 Galunggung Ambon di ruang rapat paripurna DPRD Kota Ambon, Selasa (30/3/2021).

“Ini merupakan pertemuan kali keempat pembahasan sengketa lahan namun hari ini baru adanya pola penyelesaian yang tepat dengan proses sharing dana antara Pemkot dan Pemprov,” kata Andi Rahman kepada TribunAmbon.com saat diwawancarai melalui telepon.

Ia menerangkan, Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku akan melakukan sharing dana untuk memenuhi permintaan dan segera membayar kepada ahli waris sesuai dengan ukuran tanah yang sudah ada.

Lanjutnya, Pemprov Maluku hingga saat ini harus sama-sama berdampingan dengan Pemkot Ambon untuk menyelesaikan masalah sengketa lahan ini.

Mengingat, yang menjadi titik permasalahan dari sengketa lahan ini karena pada tahun 1982 saat sekolah itu dibangun dan saat itu juga menjadi aset Pemprov Maluku. Namun, setelah adanya regulasi undang-undang sehingga di tahun 2001, aset tersebut dialihkan kepada Pemkot Ambon tanpa dibarengi dengan dokumen-dokumen pendukung.

“Pemprov saat ini diharapkan tidak dulu lepas tangan karena aset tanah ini merupakan aset pengalihan dari Pemprov ke Pemkot,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan hasil rapat hari ini diharapkan dapat segera diselesaikan agar tidak berdampak pada peserta didik Kota Ambon yang menempuh pendidikan disitu.

“Soal sengketa lahan ini, kami harap Pemerintah Maluku dan Pemerintah Kota Ambon dapat bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini dan sambil menunggu hasilnya, proses belajar mengajar diharapkan harus tetap jalan,” harapnya.

Penulis: Mesya Marasabessy
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved