Breaking News:

Ambon Hari Ini

Simpan 192 Gram Sabu di Kemaluan, 2 Pemuda Maluku Diadili

Sidang yang dipimpin oleh Majelis hakim, Hamzah Kailul itu menjelaskan keduanya ditangkap oleh Anggota BNN Maluku di Bandara Pattimura Ambon

Tanita Pattiasina
Sidang putusan kasus narkoba di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa, (16/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Dua pemuda yakni SR alias Epok dan HK alias Bram menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (22/3/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senia Pentury dalam dakwaannya, menyebutkan kedua terdakwa terbukti membawa Narkotika berjenis sabu-sabu dengan berat total 192,86 yang ditaruh di kemaluan dan tas punggung.

Sidang yang dipimpin oleh Majelis hakim, Hamzah Kailul itu menjelaskan keduanya ditangkap oleh Anggota BNN Maluku di Bandara Pattimura Ambon, Selasa (24/11/2020) tahun lalu.

“Bahwa terdakwa Epok dan terdakwa Bram telah melakukan, menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika sebagaimana dimaksud dalam pasal 112,115,” kata JPU saat sidang berlangsung.

Lanjutnya,  kedua terdakwa membawa narkotika jenis sabu dari Jakarta ke Ambon menggunakan jalur udara dan tiba di Bandara Pattimura Ambon.

Baca juga: Sempat Jenguk di Kantor Polisi, Ketua DPRD Provinsi Maluku Bantah Intervensi Kasus Narkoba Wellem

Baca juga: Anggota DPRD Maluku Wellem Wattimena Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Kedua terdakwa sebelumnya telah dipantau oleh anggota BNN Maluku dan langsung diamankan dan digeledah setibanya di Bandara.

sidang yang berlangsung secara virtual itu menjelaskan, terdakwa Epok dan terdakwa Bram di geledah di ruang terpisah.

Saat digeledah, anggota BNN Provinsi Maluku menemukan sabu-sabu yang disimpan Epok dalam kemaluannya.

“Saat ditanyakan kepada terdakwa Epok darimana memperoleh barang tersebut dan dijawab bahwa yang memberikan dua paket sabu tersebut untuk dibawa dari Jakarta ke Ambon adalah terdakwa Bram,” ungkap Pentury.

Lanjutnya, kedua terdakwa telah melanggar UU dan diancam pidana dalam pasal 115 ayat 1 UU RI NO. 35 tahun 2009 jo pasal 55 ayat ke-1 KUHPidana.

Setelah pembacaan dakwaan, sidang ditunda dan akan berlanjut dengan agenda pemanggilan saksi pada Selasa (30/3/2021). (*)

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved