Breaking News:

Ambon Hari Ini

Dinsos dan Dinkes Putus Hubungan, Orang Gila di Ambon Meningkat

Dinas Sosial sesuai tugasnya adalah melakukan penjaringan terhadap orang gila, selanjutnya diserahkan kepada Dinas Kesehatan untuk penanganan.

TribunAmbon.com/ Dedy Azis
Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berkeliaran di jalanan Kota Ambon, Kamis (4/3/2021 

Laporan Wartawan, TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Ambon meningkat dalam dua tahun terakhir.

Berakhirnya kerja sama antara Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kota Ambon disebut menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka ODGJ.

Terdata sebanyak 21 jiwa, sebagian besar berkeliaran di jalanan kota bertajuk manise itu.

"Sudah sejak 2 tahun terakhir, kami putus hubungan kerja dengan dinas kesehatan," ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Kota Ambon, F. Manuputty kepada TribunAmbon.com, di Kantor Dinas Sosial Kota Ambon, Jalan Ina Tuni Raya, Karangpanjang, Kamis (04/3/2021) siang.

Dia menjelaskan, Dinas Sosial sesuai tugasnya adalah melakukan penjaringan terhadap orang gila, selanjutnya diserahkan kepada Dinas Kesehatan untuk penanganan.

Namun, kenyataannya mereka tidak tertangani dengan baik. Padahal menurutnya, jika ditangani dengan baik, maka kemungkinan sembuh juga ada.

Baca juga: Angin Kencang, Masyarakat Kota Ambon Diminta Hati-hati Melewati Jembatan Merah Putih

"Kami sudah berusaha sesuai tugas kami, dalam hal ini penjaringan ODGJ, dan sudah kami serahkan ke RSJ Nania, namun dalam 2 tahun ini, BPJS tidak mengakomodir hal itu," katanya.

Selain itu, peran keluarga pasien nilainya juga tidak optimal sehingga tingkat kesembuhan sangat rendah.

"Kami sudah serahkan ke RSJ di Nania, tapi keluarga pasien tidak mengikuti saran dan anjuran dokter, karena ODGJ ini kan harus di beri obat setiap hari," tandasnya. (*)

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz
Editor: Fandi Wattimena
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved