Rabu, 29 April 2026

Geliat UMKM

Lesehan Ala Jogja di Pulau Buru Ada Disini

Laiknya di kota berstatus istimewa, tongkrongan yang dijuluk Lesehan Tugu Tani itu juga menggunakan badan trotoar sepanjang kurang dari 150 meter 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Salama Picalouhata
Fandi Wattimena
Suasana malam di Lesehan Tugu Tani, Namlea, Kabupaten Buru, Jumat (26/2/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Tampil dengan konsep lesehan, tongkrongan di kawasan Tugu Tani, Namlea, Kabupaten Buru ini jadi andalan anak muda menghabiskan malam.

'Lesehan Ala Jogja di Pulau Buru Ada Disini', begitu anak muda di kota pembuangan tahanan politik ini menyebutnya.

Laiknya di kota berstatus istimewa, tongkrongan yang dijuluk Lesehan Tugu Tani itu juga menggunakan badan trotoar sepanjang kurang dari 150 meter 

Diatas alas tikar, diletakan meja berukuran 1x2 meter untuk setiap lesehan.

Terdapat lebih dari 10 lapak dagangan yang buka setiap harinya, mulai pukul 20.00 Wit hingga 24.00 Wit.

Jika di Jogja terkenal dengan nasi kucing dan kopi arang. Lesehan di daerah penghasil minyak kayu putih ini punya Saraba.

Minuman berbahan rempah yang cukup kuat membentengi tubuh dari angin malam.

"Jika di Jogja ada Kopi Arang, disini ada Saraba," ujar salah seorang pengunjung, Asma Kasih, Jumat (26/2/2021) malam.

Saraba biasanya dinikmati dengan pisang goreng dan sambal goreng.

Minuman khas Kota Daeng itu dijual Rp. 10 ribu.

Disini juga disediakan makanan berat, seperti tempe penyet dan ayam geprek.

"Hangat dan pedas. Kalau lapar tinggal pesan," cetus pekerja profesi yang tinggal di kompleks Kelapa Dua, Kota Namlea itu.

Tongkrongan yang berjarak kurang dari 2 kilometer dari Kantor Bupati Buru itu paling ramai di akhir pekan dan hari libur.

Namun, akan tutup jika cuaca hujan karena tidak disediakan tenda oleh para pedagang.

"Diakhir pekan, disini ramai sekali," ujarnya.

Menurut Kasih, lesehan Tugu Tani sempat ditiadakan di awal pandemi Covid-19, namun kini kembali dibuka untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Aturan agak dilonggarkan, yang penting penerapan protokol kesehatan tetap dijaga," katanya.

"Setiap malam, petugas melalukan patroli protkes," tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved