Breaking News:

Maluku Terkini

Harga Cabai Rawit di Kota Tual Tembus 150 Ribu Perkilo

Kenaikan berangsur dari harga Rp. 60 ribu perkilo hingga mencapai Rp. 150 ribu perkilo di awal Februari.

(Kontributor TribunAmbon.com, Fandy)
Komoditas cabai rawit. (Kontributor TribunAmbon.com, Fandy) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Henrik Toatubun.

TUAL, TRIBUNAMBON.COM – Harga cabai rawit di pasaran tradisional Masrum, Kota Tual melonjak hingga angka Rp 150 ribu perkilo.

Kurangnya produksi akibat cuaca buruk disinyalir menjadi penyebab kenaikan.

Menurut pedagang, kenaikan cabai rawit di pasaran sudah terjadi satu bulan terakhir.

Kenaikan berangsur dari harga Rp. 60 ribu perkilo hingga mencapai Rp. 150 ribu perkilo di awal Februari.

Sebagian besar, cabai rawit maupun cabai keriting dipasok dari wilayah Kei Besar dan Kei Kecil, kabupaten Maluku Tenggara.

“Stok yang kami dapat juga berkurang, karena hujan,” ujar Ati Wokanubun (48) kepada TribunAmbon.com, Senin (22/2/2021).

Tidak hanya cabai rawit, cabai keriting juga mengalami kenaikan. Jika harga normal berkisar Rp. 40 ribu hingga Rp. 50 ribu perkilo, maka kini mencapai harga Rp. 120 ribu perkilo.

Serupa dengan itu, Hafifa juga mengaku kesulitan mendapatkan pasokan cabai dengan harga murah.

Dia dan pedagang lainnya terpaksa mengurangi takaran cabai untuk penjualan eceran.

“Harga tetap Rp. 5 ribu, namun takarannya dikurangi,” kata Halifa.

Selain cabai, harga tomat juga ikut naik. Jika biasanya perkilo Rp. 10 ribu, kini naik jadi Rp. 20 Ribu perkilo.

“Tomat juga ikut naik, Rp. 20 ribu perkilo,” tandasnya. (*)

Penulis: Henrik Toatubun
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved