Breaking News:

Kasus Korupsi

Termohon Tak Hadir, Sidang Praperadilan Ferry Tanaya Ditunda

Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku selaku termohon tidak menghadiri persidangan.

Tanita Pattiasina
Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku tidak menghadiri sidang praperadilan, Selasa, (16/2/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pristiwani S. Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pengadilan Negeri (PN) Ambon menggelar sidang perdana gugatan praperadilan tersangka kasus dugaan korupsi pembelian lahan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 10 megawatt di Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, Selasa (16/2/2021).

Sidang yang dimulai pukul 10.30 ditunda oleh Hakim tunggal, Andi Adha karena tidak dihadiri oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku selaku termohon.

Ferry Tanaya juga tidak hadir dan diwakili oleh Penasihat hukumnya (PH), Hendrik Lusikoy.

Hingga sidang dimulai, perwakilan dari kejaksaan tak kunjung hadir.

Baca juga: Kembali Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ferry Tanaya Ajukan Gugatan Praperadilan

Hakim tunggal Andi Adha memutuskan sidang yang beragendakan pembacaan memori praperadilan itu ditunda lantaran pihak termohon dinyatakan tidak hadir.  

"Karena termohon tidak hadir, sidang kita tunda hingga Senin depan," kata Andi sebelum mengetuk palu.

Pihak Tanaya juga tidak keberatan dengan putusan penundaan oleh hakim tersebut.

"Seperti kata hakim, kalau tidak datang pekan depan perkara tetap lanjut," kata Henry Lusikooy, usai sidang.

Ferry Tanaya mengajukan gugatan praperadilan guna memerkarakan jerat hukum dari kejaksaan.

Gugatan yang telah terdaftar dengan nomor perkara 1/Pid.Pra/2021/PN Amb itu berkaitan dengan langkah kejaksaan menetapkannya sebagai tersangka.

Henry Lusikooy selaku kuasa hukum Tanaya mengatakan, kliennya kembali mengajukan gugatan praperadilan lantaran langkah menetapkan Fery sebagai tersangka tidak sah.

Menurut dia,  proses penyelidikan tidak bisa dilanjutkan kejaksaan karena status tersangka dalam proses praperadilan.

"Tidak bisa dilanjutkan penyelidikan karena masih dalam proses gugatan praperadilan dan itu dilindungi KUHP," ujar Lusikooy.

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved