Breaking News:

Korupsi di Maluku

Kejati Periksa 4 Saksi Kasus Korupsi PLTG Namlea

Penyidikan kasus ini ditandai dengan ditetapkannya Ferry Tanya dan Abdul Gafur Laitupa sebagai tersangka.

TribunAmbon.com/Salama
MALUKU - Pengusaha Ferry Tanaya kembali dite¬¬tapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelian lahan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 10 megawatt di Namlea, Kabupaten Buru, Maluku. 

Laporan TribunAmbon.com, Salama Picalouhata

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku kembali memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi dugaan korupsi pembelian lahan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Namlea, Kamis, (4/2/2021).

Penyidikan kasus ini ditandai dengan ditetapkannya Ferry Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa sebagai tersangka.

"Memeriksa empat orang saksi atau pihak yang terkait dengan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi PLTG Namlea," ujar Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette dalam keterangannya, Kamis.

Para saksi yang diperiksa yakni, pegawai BPN Maluku berinisial F.L, pensiunan pegawai BPN berinisial E.T.

Kemudian, dua orang dari pihak PLN, berinisial D.MT dan F.S.

Pemeriksaan tersebut dilakukan di kantor Kejati dari pukul 09.30 WIT hingga pukul 18.30 WIT. 

Selama kurang lebih sepuluh jam itu, mereka dicecar dengan belasan pertanyaan.

Untuk diketahui, proyek PLTG 10 megawatt adalah program nasional yang diperuntukkan untuk tujuh wilayah di Indonesia, salah satunya di Kabupa­ten Buru.

Lahan seluas 48.645, 50 hektar di kawasan Jiku Besar, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru milik Ferry Tanaya dibeli oleh PLN untuk pembangunan PLTG 10 megawatt.

Sesuai nilai jual objek pajak (NJOP), harga lahan itu hanya Rp 36.000 per meter2.

Namun, diduga ada kongkalikong antara Ferry Tanaya, pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara yang saat itu dipimpin Didik Sumardi dan oknum BPN Kabupaten Buru untuk menggelembungkan harganya.

Alhasil, uang negara sebesar Rp.6.401.813.600 berhasil digerogoti.

Penulis: Salama Picalouhata
Editor: Adjeng Hatalea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved