Gubernur Maluku Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu yang Berkembang di Jakarta

Gubernur Maluku,  Murad Ismail,menghimbau masyarakat Maluku tidak terprovokasi dengan isu tertentu  di Jakarta yang kini berkembang. 

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Kontributor TribunAmbon.com/Adjeng Hatalea
Gubernur Maluku, Murad Ismail mengingatkan, Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga netralitas menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dihelat pada 9 Desember mendatang. 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Insany

TRIBUNAMBON.COM - Gubernur Maluku,  Murad Ismail, bersama para pimpinan umat lintas agama dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Maluku, menghimbau masyarakat Maluku tidak terprovokasi dengan isu tertentu  di Jakarta yang kini berkembang. 

"Kondisi Maluku khususnya di Kota Ambon sudah aman, namun terhadap kondisi tersebut (aksi demonstras, red), mari kita bersama-sama mengidentifikasi sejak dini dan deteksi dini pergerakan masyarakat yang merespon peristiwa itu," kata Gubernur di kediamannya, di Ambon, Senin malam (23/11).

Ia meminta agar masyarakat Maluku tetap menjunjung tinggi kehidupan toleransi umat beragama, dan jangan sampai terprovokasi.

"Masalah yang terjadi di Jakarta, hendaknya disikapi secara professional, jangan terpancing untuk berbuat hal-hal yang nantinya merugikan kita sendiri," tandasnya.

Baca juga: Hadapi Pandemi, Unpatti Ambon Beli Alat PCR hingga Webinar Epidemologi Tingkat Dunia

Baca juga: Temui Komunitas Terompet, Walikota: Musik Dapat Meningkatkan Potensi Ekonomi Warga Kota Ambon

Baca juga: Rencana Silatda Lintas Tokoh Agama Kota Ambon, Dapat Dukungan Penuh Menag RI

Mantan Komandan Korps Brimob Polri itu juga meminta agar masyarakat mempercayakan masalah ini kepada aparat keamanan, pemerintah, dan tokoh-tokoh agama untuk menyelesaikan masalah yang tengah menjadi polemik tersebut.

Dirinya berharap, di tengah kondisi seperti itu, hendaklah para pimpinan umat beragama turut andil memberikan nasehat-nasehat yang sejuk dan produktif terhadap umatnya agar tidak terprovokasi dari orang-orang tertentu yang tidak bertanggungjawab.

"Aparat keamanan juga hendaknya bertindak dan mengungkapkan aktor intelektual dibalik demo tersebut," tegasnya.

Hadir bersama Gubernur saat memberikan keterangan pers itu adalah para tokoh agama yakni Ketua MUI Maluku, Ketua Sinode GPM, Keuskupan Amboina, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Maluku, Ketua Walubi Maluku. 

Ikut pula Kepala Kanwil Agama Provinsi Maluku, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Ketua BIN Daerah Maluku, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku.

(*)

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved