Virus Corona di Ambon
Cegah Klaster Baru, Pemkot Ambon Batasi Waktu Olahraga Warga di Lapangan Merdeka
Pemkot Ambon kini membatasi waktu olahraga masyarakat di kawasan Lapangan Merdeka, Kota Ambon.
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Helmy
TRIBUNAMBON.COM - Pemkot Ambon kini membatasi waktu olahraga masyarakat di kawasan Lapangan Merdeka, Kota Ambon.
Yakni waktu olahraga dibatasi hanya hingga pukul 18:00 WIT.
Selepas jam itu, ada satgas covid 19 Kota Ambon yang akan mengimbau warga untuk membubarkan diri.
Baca juga: Urai Kemacetan, Pemkot Ambon Tawarkan Program CityCat dan Bus Air pada Dirjen Hubda
Hal ini tentu dilakukan untuk mencegah adanya kemungkinan terjadinya klaster baru covid 19 di tempat umum.
Koordinator Fasilitas Umum Satgas Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay saat ditemui TribunAmbon.com Senin, (23/11/2020) mengaku langkah ini dilakulan untuk mencegah terjadinya kluster baru ditempat umum.
Tonton Juga :
Selain itu juga untuk menghindari adanya kerumunan dan mengendalikan aktivitas warga Kota Ambon.
"Kita melakukan penertiban diatas jam itu untuk menghindari kerumunan dan kita mengendalikan aktivitas warga" terangnya.
Baca juga: Temui Komunitas Terompet, Walikota: Musik Dapat Meningkatkan Potensi Ekonomi Warga Kota Ambon
Menurutnya kedapatan banyak warga yang kedapatan tidak membawa masker dengan alasan ingin berolahraga.
Luhukay mengakui saat berolahraga tanpa mengenakan masker dapat dimaklumi, namun jangan jadikan olahraga untuk tidak membawa masker.
"Kita maklumi, tapi jangan jadikan olahraga untuk tidak bawa masker kan ketika selesai berolahraga harus kembali mengenakan masker" ujarnya.
Menurutnya jika warga ingin berolahraga dan tak ingin membawa masker saat berolahraga, sebaiknya melakukan olahraga mandiri di rumahnya masing-masing, karena tidak akan ada petugas yang menegur.
"Kalau tidak mau ditegur, kami sarankan lakukan olahraga mandiri di rumah saja" tegasnya.
Langkah ini lanjutnya demi kebaikan bersama yakni untuk membebaskan Kota Ambon dari wabah covid 19 ini.
Kalau tidak ada tindakan yang tegas dari petugas, bisa saja Kota Ambon yang sudah berada pada zona orange kembali lagi pada zona merah penyebaran wabah covid 19.
Tentunya akan sangat berpengaruh dan merugikan Kota dan warga Ambon sendiri.
"Yang ditakutkan kalau kita lemah, zonasi Kota Ambon yang berada pada zona orange ini bisa kembali pada zona merah dan tentunya akan sangat merugikan" jelasnya.
Dirinya mengatakan apa yang dilakukan satgas di lapangan bukan untuk melarang karena setiap warga negara punya kebebasan, melainkan untuk mengimbau warga untuk menekan kemungkinan terjadinya kluster baru.
"Kita tidak melarang, kita sifatnya menghimbau, setiap warga punya hak untuk bebas. Tapi kita bukan berada pada situasi normal jadi dimohon pengertianya" ucapnya.
Dirinya hanya berharap Kota Ambon dapat segera bebas dari covid 19 dan untuk warga diimbau untuk bersama membantu Pemerintah dalam menekan angka covid-19 dengan selalu menerapkan protokol kesehatan saat berada di luar rumah.
"Kita semua harap yang terbaik untuk Kota Ambon biar semua bisa kembali normal. Untuk masyarakat saya harap dapat bantu tekan angka covid dengan tidak abai menerapkan Prokes" ujarnya.
Baca juga: Traffic Light Mati saat Hujan Turun, Wali Kota Ambon Minta Kemenhub Ganti Model Baru
Sementara itu Novita salah satu warga yang sedang berolahraga pada lapangan Merdeka mengaku tidak menggunakan masker saat sedang berolahraga.
Pasalnya jika berolahrga menggunakan masker, akan kesulitan bernafas dan membuat area dada terasa nyeri sehingga dirinya memutuskan untuk berolahraga tanpa menggunakan masker.
"Saya kan lari, jadi kalo pake masker nafas sesak dada akan sakit, jadi saya tidak pakai masker saat berolahraga" ungkapnya.
Meski demikian Novita mengaku tetap mengenakan masker baik sebelum berolahraga maupun usai berolahraga.
"Meski berolahraga saya tetap membawa masker, kan dipakai sebelum kita berolahraga maupun setelah berolahraga." jelasnya
Menurutnya dengan mengenakan masker sebelum maupun usai berolahraga setidaknya merupakan salah satu cara untuk melindungi diri dari wabah yang sekarang merajalela.
"Kita kan harus protek diri minimal ada masker, kesehatan diri itu yang jaga kita bukan orang lain" tutupnya.
(*)