CMSE 2020 Virtual, Kepala BEI Maluku: Investor Saham Meningkat 19,5 Persen Per Agustus 2020
selain meningkatkan literasi dan inklusi Pasar Modal Indonesia, kegiatan tersebut juga bertujuan agar menumbuhkan jumlah investor
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea
TRIBUNAMBON.COM - Untuk meningkatkan literasi serta inklusi masyarakat terhadap Pasar Modal Indonesia, digelar acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 selama enam hari secara virtual.
CSME 2020 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) itu dimulai sejak Senin (19/10/2020) hingga Sabtu (24/10/2020) sebagai rangkaian dari peringatan 43 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia.
Tonton Juga:
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Maluku, Alberto F Dachi kepada TribunAmbon.com mengatakan, penyelenggaraan CSME 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Yakni dengan melibatkan calon investor, investor, Perusahaan Tercatat, dan calon Perusahaan Tercatat.
Baca juga: Bulog Pastikan Stok Beras Maluku Aman untuk Natal dan Tahun Baru
Serta menjadi ajang bertemunya seluruh stakeholders di pasar modal dan masyarakat umum secara daring.
“Pada CMSE 2020 kali ini kegiatan pameran para stakeholders pasar modal, seminar, dan kegiatan edukasi serta sosialisasi pasar modal seluruhnya dilakukan dengan sistem daring alias virtual, selama 6 hari berturut-turut dengan target 10.000 orang peserta,” ucap Alberto F Dachi.
Dia menambahkan, selain meningkatkan literasi dan inklusi Pasar Modal Indonesia, kegiatan tersebut juga bertujuan agar menumbuhkan jumlah investor.
Juga mendukung pencapaian target penambahan jumlah Perusahaan Tercatat baru maupun nilai penggalangan dana di Pasar Modal Indonesia.
Sesuai dengan perkembangan pasar modal, lanjut dia, terjadi penurunan pada Pasar Saham Indonesia.
Hal ini terjadi akibat pandemi covid-19 yang berdampak pada perekonomian masyarakat.
“Pasar saham indonesia sepanjang tahun 2020 ini mengalami penurunan sebesar 19,05 % dikarenakan pandemi corona yang akan berdampak pada perekonomian."
"Namun, pertumbuhan investor dan pertumbuhan perusahaan yang go public masih positif dan sudah melebihi pertumbuhan pada tahun 2019,” jelasnya.
Sementara itu, tambah dia, jumlah investor saham meningkat kurang lebih 19,5 persen atau sebanyak 452 investor di Maluku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/kepala-kantor-perwakilan-bursa-efek-indonesia-bei-maluku-alberto-f-dachi.jpg)