Jumat, 17 April 2026

Bulog Pastikan Stok Beras Maluku Aman untuk Natal dan Tahun Baru

Jelang Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Bulog Divre Maluku Pastikan stok beras untuk masyarakat Maluku aman hingga lima bulan ke depan

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Kontributor TribunAmbon.com, Helmy
Suasana Kantor Perum Bulog Divre Maluku, Maluku Utara, 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Helmy

TRIBUNAMBON.COM - Jelang Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Bulog Divre Maluku Pastikan stok beras untuk masyarakat Maluku aman hingga lima bulan kedepan.

Hingga saat ini ketersediaan stok beras yang tersebar di beberapa gudang yang ada di Maluku maupun Maluku Utara mencapai 11.500 ton beras.

Kepala Perum Bulog Divre Maluku, Muhammad Taufiq saat dihubungi Tribunambon.com Selasa, (20/10/20) mengatakan, ketersediaan yang ada di gudang perum bulog masih dapat bertahan hingga lima bulan ke depan.

Atau hingga Maret 2021 mendatang untuk memenuhi kebutuhan pasar dan permintaan masyarakat Maluku.

Baca juga: Pasar Apung Ambon Dibongkar Akhir Pekan, Pedagang Keluhkan Relokasi Jauh: Sepi, Kami Makan Apa?

"Beras yang ada di gudang kita saat ini sebanyak 11.500 ton," jelasnya.

"Angka ini masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan kedepan atau hingga bulan maret 2021 mendatang" tuturnya.

Tonton Juga :

Untuk itu dirinya meminta kepada masyarakat Maluku tak perlu khawatir dengan stok ketersediaan stok beras untuk masyarakat jelang hari besar keagamaan.

Selain itu dirinya menambahkan untuk memperkuat stok beras Maluku dan Maluku Utara terutama jelang Nataru nanti, pihaknya akan memasok 6.000 ton beras lagi dari jawa Timur.

"Dalam waktu dekat stok 6.000 ton beras itu tak lama lagi akan bertolak ke Kota Ambon dan akan disimpan di gudang Bulog Maluku maupun Maluku Utara yang tersebar di Kota Ambon, Kota Tual, Saumlaki, dan Kota Ternate sebagai persiapan Nataru nanti," jelasnya.

Taufiq menjelaskan jika ada daerah-daerah yang minus ketersediaan stok seperti Maluku dan Malut, maka akan langsung dimonitor oleh kantor pusat.

Selanjtnya akan dilakukan pengadaan dari daerah yang memiliki ketersediaan beras yang cukup.

Itu merupakan sistem yang diterapkan kantor pusat untuk mengantisipasi terjadinya kekosongan stok di daerah.

Baca juga: Siswa Lancar Sekolah Online, Berkat Gubernur Maluku Minta Provider Buka Ratusan Titik Jaringan

"jadi sudah ada pola dan sistemnya, jika ada daerah terbaca stoknya minus, langsung dilakukan pengadaan ketersediaan stoknya," ungkapnya.

"Sekali lagi saya pastikan stok akan tetap aman sehingga masyarakat tak perlu khawatir," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved