Senin, 27 April 2026

Besok Pasar Mardika Ambon Dibongkar, Pedagang Mulai Ditertibkan

Penertiban lapak pedagang Pasar Mardika, Kota Ambon kembali dilanjutkan, Jumat (23/10/2020).

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Kontributor TribunAmbon.com/Fandy
Petugas Satpol PP Kota Ambon meminta Pedagang Untuk Segera Membereskan Dagangan 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy

TRIBUNAMBON.COM - Penertiban lapak pedagang Pasar Mardika, Kota Ambon kembali dilanjutkan, Jumat (23/10/2020).

Para pedagang dimintakan untuk segera memindahkan barang dagangannya sebelum pembongkaran pasar tahap kedua dilakukan.

Penertiban dilakukan sejak Jumat pagi oleh puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Ambon untuk lapak di area Pasar Apung.

Termasuk para pedagang yang menempati badan jalan.

Baca juga: Bioskop Segera Dibuka, Gugus Tugas Covid-19 Ambon Akan Pantau Penerapan Prokes

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Pieter Leuwol disela penertiban menyatakan, pembongkaran pasar dijadwalkan Sabtu (24/10/2020) pagi, sehingga hari ini pasar harus dikosongkan.

Tonton Juga :

"Untuk memindahkan pedagang yang berjualan di badan jalan dan sekaligus kami mengimbau kepada pedagang di pasar apung 1 dan 3," kata Luewol.

Ditegaskannya, pembongkaran pasar dilakukan untuk memperlancar aktifitas revitalisasi pasar sehingga pedagang diharapkan mendukung program pemerintah tersebut.

Revitalisasi pasar lanjutnya, untuk memperindah wajah kota sekaligus untuk penataan pedagang agar tertata baik.

"Jika aktivitas pembangunan itu kan tidak boleh ada aktifitas disini, karena ini berkaitan dengan keamanan. Akan ada mobilisasi peralatan termasuk material, jadi tidak mungkinkan aktifitas pedagang disini," jelasnya.

Dia pun mengimbau pedagang agar segera membereskan dagangannya agar tidak menghambat pembongkaran kawasan pasar.

"Pembongkaran besok pagi pukul 9," tegasnya.

Sementara itu, para pedagang mengaku mendukung program pemerintah.

Baca juga: ASN, Wartawan, hingga Tamu Wajib Ikut Rapid Test Sebelum Bertemu Wali Kota Ambon

Untuk itu mereka akan memindahkan dagangan serta membongkar sendiri lapak.

Meski begitu sebagian dari mereka menolak untuk menempati pasar sementara yang disediakan pemerintah dengan alasan jarak yang terlalu serta sepi pengunjung.

"Kalau mau pindah di Transi Passo, mending istirahat jualan saja dulu. Di sana jauh sekali, baru sepi," tandas Ima. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved