Breaking News:

Angka Kehamilan di Ambon Turun 15%, Pasangan Takut ke Faskes

Berbeda dengan kebanyakan kota di Indonesia yang mengalami trend kenaikan angka kehamilan dimasa pandemi Covid-19, di Kota Ambon alami penurunan

Tribun Network
Ilustrasi ibu hamil 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy

TRIBUNAMBON.COM - Berbeda dengan kebanyakan kota di Indonesia yang mengalami trend kenaikan angka kehamilan dimasa pandemi Covid-19, di Kota Ambon malah mengalami penurunan.

Terhitung Maret hingga Juli 2020, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (PPKB) Kota Ambon mencatat sebanyak 1.308 kehamilan.

Sementara di bulan Maret sejak penggalakan aktifitas dirumah, angka kehamilan mencapai 1.414 kehamilan. atau turun sebanyak 106 orang.

Kadis PPKB Kota Ambon, Juliana Patty, Rabu siang (23/9/2020) menyatakan terjadi penurunan kurang lebih 15%.

Menurutnya, penurunan jumlah kehamilan dua faktor utama, yakni kekhawatiran pasangan usia subur untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan (Faskes).

Dan yang kedua adalah keberhasilan program yang dijalankan.

Petugas dan kader didesa aktif meningkatkan kepesertaan Keluarga Berencana (KB) di massa penyebaran virus corona.

"Pasangan usia subur dijaga ketat supaya dimasa pandemik ini jangan dulu hamil, karena hamil resiko terlalu berat, misalnya karena tidak makan kemudian mengalami sesak nafas dan akhirnya dirawat dirumah sakit," ungkap Juliana.

Sagu Gula, Camilan Spesial Orang Ambon yang Kini Sulit Dijumpai

Mengenal Istilah Resesi: Ini Dampaknya bagi Masyarakat, Simak 5 Hal yang Harus Dilakukan

Kronologi Sopir Truk Tabrak Dua Perampok yang Rampas HP, Salah Seorang Pelaku Ternyata PNS

Lanjutnya, jika biasanya Alat kontrasepsi dan obat lainnya didapat di faskes.

Maka dimasa pandemi, obat dan alat tersebut bisa langsung didapat di petugas KB dan kader diberbagai daerah.

Dengan akses langsung ke petugas dan kader, maka akan mengefektifkan upaya sosialisasi untuk membatasi tingkat kehamilan.

Di kota Ambon terdapat 21 petugas KB dan kader yang aktif menjalankan program serta pelayanan 50 desa dan kelurahan sekota Ambon.

"Walaupun warga diminta tinggal dirumah semasa pandemi, namun mereka selalu dihimbau oleh para kader agar selalu berkhidmat untuk tidak hamil dulu," tandasnya.

(*)

Editor: sinatrya tyas puspita
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved