Bunuh Dua Keponakan, Pria di Luwu Tak Alami Gangguan Jiwa, Mengaku Dapat Bisikan Gaib

"Pengakuannya masih sama, katanya ada bisikan gaib," katanya. Syamsul menambahkan, Ahmad Basri juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Tribun Timur/Chalik Mawardi
Ahmad Basri (30), pelaku pembunuhan dua bocah perempuan di Desa Sumillin, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, diikat di pagar, Minggu (14/6/2020). 

TRIBUNAMBON.COM - Polres Luwu Utara tetap malanjutkan penyidikan terhadap pelaku kasus pembunuhan dua bocah di Desa Sumillin, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Syamsul Rijal mengatakan, penyidikan terhadap pelaku Ahmad Basri (30) dilanjutkan karena dia tidak mengalami gangguan jiwa.

Seperti yang disampaikan beberapa orang termasuk keluarganya.

"Penyidikan tetap lanjut, dia tidak ada gangguan jiwa," kata Syamsul di ruang kerjanya, Jumat (26/6/2020).

Pria Bunuh Dua Bocah, Diduga Syarat Perdalam Ilmu Hitam, Mertua Temukan Benda-benda Mistis

Sejauh ini, pelaku mengaku membunuh korban karena mendapat bisikan gaib.

"Pengakuannya masih sama, katanya ada bisikan gaib," katanya.

Syamsul menambahkan, Ahmad Basri juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kondisinya baik-baik saja. Sudah ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan," kata dia.

Bunuh Keponakan

Pada Minggu (14/6/2020) lalu, warga Desa Sumillin digegerkan dengan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Ahmad Basri.

Halaman
123
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved