Breaking News:

UPDATE Virus Corona Maluku: 1 PDP Meninggal Dunia di Ambon, Berusia 67 Tahun

Satu lagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSUD) dr Haulussy Ambon meninggal dunia.

Kontributor TribunAmbon.com, Helmy)
Petugas Pemakaman Jenaza menggunakan APD lengkap 

Menurutnya pelaku penolakan pemakaman jenazah pada lokasi TPU dapat dijerat dengan pasal berlapis.

"Pelaku bisa dikenakan pasal berlapis yaitu Pasal 212 KUHP, Pasal 214 KUHP dan pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular. Yang juga berlaku terhadap pelaku penolakan pemakaman jenazah C19 atau pemakaman dengan protokol C19," kata Jubir.

Dikatakan, seperti yang ditegaskan para ahli kesehatan, bahwa jenazah yang dikubur secara otomatis virusnya akan mati, sebab inangnya sudah mati.

"Virus tidak akan bertahan lama dan justu cepat mati pada tubuh yang sudah meninggal," terangnya.

Dia mengharapkan warga tidak lagi melakukan penolakan terhadap pemakman jenaza pasalnya Pengurusan jenazah C19 sudah melalui prosedur khusus dan teliti oleh pihak rumah sakit.

Di Tengah Pandemi Covid-19 Wisatawan Masih Asyik Tamasya ke Pantai Natsepa, Polisi Turun Tangan

10 Keistimewaan Hari Kedua Bulan Ramadhan, Hari Penuh Ampunan, Berikut Doa-doanya

91 Juta Akun Tokopedia Bocor, Klaim: Password hingga Data Terkait Pembayaran Dipastikan Tetap Aman

"Jenazah dibungkus dalam kantong jenazah yang sangat rapat, lalu dimasukkan ke dalam peti yang tertutup rapat, dan setiap tahapannya sampai dengan pemakaman disemprot dengan disinfektan," imbuhnya.

Selain itu, petugas pemakaman yang bertanggung jawab adalah para petugas yang sudah dilatih secara khusus untuk melakukan prosedur pemakaman jenazah Covid-19 dengan benar dan aman, dengan menggunakan APD yang lengkap saat melakukan proses pemakaman.

"Dan yang paling penting yang harus diketahui masyarakat adalah, Virus Corona atau Covid-19 tidak akan bertahan lama diluar tubuh manusia bahkan virus tersebut akan segera mati begitu jenazah dimakamkan," jelasnya.

Selain daripada itu, dengan menjunjung tinggi azas kemanusiaan, menolak pemakaman jenazah adalah suatu hal yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, dan pastinya tidak menjadi solusi dalam mencegah penularan virus.

Ditanya soal Rapit Tes, Adriaansz menjelaskan selama tiga (3) hari terakhir hasil tracking dari pasien 011, 015 dan 016 berjumlah 530 orang dengan keterangan hari I sebanyak 216 orang, hari II sebanyak 189 orang dan dan hari III sebanyak 125 orang.

"Dan untuk hasil tracking terhadap jenasah yang dimakamkan dua hari lalu, pihak Gugus Tugas melalui Dinas Kesehatan Kota Ambon telah melakukan Rapid Test terhadap 13 orang," tutupnya.

(*)

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved